Hampir setiap saudara seiman yang saya tanyai tentang seberapa berharga diri kita biasanya menunjukkan kepada saya satu ayat alkitab kepada saya. Yang pertama, yang berbuny, “Sebab engkau ini berharga di mataku dan mulia, dan aku ini mengasihi engkau”, kalau tidak salah diambil dari Yesaya 43 : 4.
Saya sampai hampir hapal di luar kepala tentang ayat ini. Teorinya demikian. Kita berharga bagi TUHAN. Tidak perlu ditanya, yang pasti kita berharga. Kalau ingin lebih detail, ada juga ayat alkitab yang mengatakan kita ini seumpama biji mata TUHAN. Indah adanya.
Itu teorinya. Tapi mengapa begitu banyak orang yang mengalami krisis harga diri, bahkan orang-orang yang bisa dengan cepat menunjukkan ayat ini kepada saya pun juga tak terelakkan dari krisis ini?
Yak, harga diri kita? Pertanyaan yang cukup membingungkan untuk dijawab. Seandainya saya diizinkan menunjukkan Kejadian 1 dan 2, tentang penciptaan manusia, saya akan menjawab sama dengan harga diri Allah, serupa dengan gambarNya. Mungkin beberapa orang akan menganggap saya terlalu berani dan sombong dengan menjawab ’sama dengan harga diri Allah’, saya tidak bermaksud demikian. Saya hanya mengutip dari ’serupa dan segambar’ dengan Allah, itu berarti Allah menciptakan kita sederajat dengan Dia, dan jika Allah sendiri menganggap kita mulia (Yes 43 : 4 tadi), bisa dibayang
kan seberapa berharganya kita. Dan alangkah sombongnya kita jika kita menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa kita tidak berharga. Kalau Allah menganggap kita berharga, kita tidak berhak menganggap diri kita tidak berharga.
Tapi jangan salah, kita juga harus ingat ‘kenapa kita berharga?’, karena Allah menciptakan kita segambar dan serupa denganNya, jadi tanpa Allah sesungguhnya kita tidak berharga. Dialah yang menjadikan kita berharga. Dan kalau darah Yesus sudah membayar kita dengan lunas, itulah harga diri kita. Yesus yang tinggal di dalam kita.
Dan karena Allah tidak pernah berubah, dari dulu dan selama-lamanya, apapun yang terjadi. Kita berharga bagiNya itupun tak akan berubah. Tergantung kita mau memahami dan menerima dan mengimani bahwa kita berharga atau tidak.
Jadi hargailah diri Anda seperti ALLAH menghargai Anda, karena Anda berharga.