Aku cape

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:40 am on Saturday, August 30, 2008

Hari-hari ini, aku begitu merindukan ibuku. Walau sempat beberapa hari yang lalu aku kecewa dengannya. Dia meneleponku dan menanyakan perkiraan biaya untuk rencana kuliahku tahun depan. Dan ketika aku menyebutkan nominalnya, dia berkata "Bapak nggak bisa bantu ya?", yang terasa bukan sebagai pertanyaan, tapi lebih merupakan nada keberatan.
Apakah aku ini hanya beban, untuk setiap orang, bahkan untuk keluargaku.
Aku nggak pernah meminta apapun kepada mereka, tidak biaya hidupku, tidak uang untuk ini-itu. Aku sudah mengurusi hidupku sendiri, tapi kenapa ketika aku benar-benar membutuhkan dukungan mereka, aku merasa dicampakkan. Lalu, aku ini siapa?
Ayahku, tidak pernah mau mendengarkanku ketika aku punya masalah. Baginya ketika aku bersikap manja, ketika aku punya masalah, aku hanya dianggap sebagai anak kecil. Dia sendiri juga sudah punya banyak masalah.
Ibuku, aku tidak mengenal ibuku dengan baik.
Kemarin ketika mbak Dina bilang orang yang pakai gelang kaki, biasanya orang itu terikat jadi tulang punggung keluarga. Kayaknya aku pakai nggak pakai gelang kaki sama aja deh. Aku dituntut jadi tulang punggung keluarga, nggak boleh punya masalah, harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri, harus ngedukung semua orang dalam keluarga, harus ngerti permasalahan setiap anggota keluarga, dan nggak boleh ngeluh.
Yah…aku cape’.

Sore yang indah

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:25 am on Saturday, August 30, 2008

Sore yang indah…
Aku pulang ke rumah dengan hati senang, karena hari itu, bagaimanapun juga sangat menyenangkan, siswaku semuanya meliburkan les.
"nduk, bapak bisa ngomong sebentar?!", kalimat yang lebih merupakan pernyataan daripada pertanyaan.
Aku baru pulang, belum ganti baju, lapar, haus, kebelet pipis, semuanya campur jadi satu. Dengan penuh rasa kesal aku menghadap ayahku. "Kenapa pak?!", kalimat tadi daripada diartikan sebagai pertanyaan, lebih merupakan statement kekesalanku.
Duniaku runtuh sekejap mendengar kalimat pertama ayahku, "Motornya mas Hendra digadaikan". Hatiku hancur, dan aku marah, marah pada kehidupan, marah pada dunia, marah karena aku nggak bisa berbuat apapun.
Ayahku terus bicara, terus bicara, dan terus bicara. Dari masalah keluarga hingga masalah pribadinya. Dan aku hanya mendengarkan, menyimak kalimat per kalimat. Tidak satu pun terucap, hanya bermacam pikiran berkecamuk dalam hatiku. Sampai terpikir olehku untuk membuang impianku kuliah lagi. Bapak sudah mempertaruhkan banyak hal untuk mas Hendra, membelikan motor baru, walaupun dengan hutang di bank, memberi uang saku lebih, dan bermacam-macam. Tidak tega rasanya melihat ayahku, yang sudah cukup berumur, melakukan ini-itu dan tampaknya sia-sia.
Aku menyadari, bahwa selama ini aku terlalu banyak melakukan ini dan itu, dan melupakan ayahku. Ayahku membutuhkan dukunganku, membutuhkan keberadaanku. Jadi, inilah aku ayah.

Ichigo Ichie

Filed under: Sebuah Kehidupan — cekucell at 2:39 am on Friday, August 29, 2008

Ichigo Ichie…kata yang berarti kesempatan yang tak akan terulang lagi. Dalam setiap hubungan pasti ada ichigo ichie.
Kisah yang membuatku memaknai ichigo ichie adalah sepenggal kisah di buku komik Hanayori Dango. Kisah tentang seorang manusia bernama Sojiro Nishikado. Seorang pria yang sangat suka bermain-main. Seorang pria yang tidak pernah serius. Dia mencintai sahabatnya, cinta yang tidak pernah ingin diakuinya, tidak pernah ingin disadarinya. Dan saat dia menyadari semuanya, semuanya sudah terlambat.
Suatu petang sahabatnya memintanya bertemu pada pukul 5 pagi di atap sebuah gedung di mana terlihat tokyo tower. Sojiro menyadari sahabatnya mencintainya, dan dia pun menyadari bahwa sahabatnya adalah orang yang paling berharga bagi dirinya, bagaikan mercu suar di tengah hidupnya yang gelap. Tapi dia tidak ingin menyadari dan mengakui ada cinta di antara mereka. Sojiro memutuskan untuk tidak pergi dan justru berkencan dengan wanita lain. Ichigo Ichie. Setelah hari itu, dia kehilangan semuanya, sahabatnya dan juga orang yang mencintainya.
Ada begitu banyak ichigo ichie dalam hidup kita. Kita dihadapkan pada pilihan mengubah segalanya, atau kehilangan segalanya. Ketika kita bersikap diam dan memutuskan untuk tidak melakukan apapun, sesungguhnya kita sedang mengambil pilihan kehilangan segalanya. Kenalilah apa yang penting dalam hidup kita. Dan melangkahlah. Pilihlah, karena untuk setiap ichigo ichie hanya ada satu kesempatan.

Dahulukan yang utama

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 7:04 am on Thursday, August 28, 2008

Ada 4 tipe permasalahan dalam hidupmu, ada 4 macam prioritas dalam hidupmu
1. Penting-genting
2. Penting-tidak genting
3. Tidak Penting-genting
4. Tidak penting-tidak genting
Untuk hal-hal genting mungkin tidak akan terulang kesempatan yang sama dalam hidupmu, dan mungkin untuk memperbaikinya dibutuhkan perjuangan dan waktu yang bertahun-tahun atau berhari-hari.
Misalnya ketika aku pulang dari ngelesi jam 9 malam, dengan keletihan yang luar biasa, masih membawa pulang beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan besok,
tiba-tiba ayahku memintaku membantunya mengisi formulir kambium. Aku belum mandi. Aku bahkan belum masuk ke dalam kamar. Yak di situ ada beberapa point yang harus dilihat sebagai permasalahan.
1. Aku letih luar biasa
2. Aku masih membawa pulang pekerjaan
3. Ayahku minta dibantuin mengisi formulir kambium
4. Aku belum mandi dan belum masuk ke dalam kamar
Mari kita tengok tingkat kepentingan dan kegentingannya:
1. Penting - Genting
Mungkin yang terlihat penting dan genting adalah pekerjaan yang kubawa pulang. Tapi aku tidak berpikir begitu, menurutku yang penting dan genting adalah ayahku minta dibantu mengisi formulir kambium. Ada sisa 11 jam dalam malam itu untukku mengerjakan pekerjaanku, tapi aku tidak tahu akankah ada kesempatan bagiku lagi untuk membantu ayahku mengisi formulir dan mendengarkan ayahku.

Aku pikir, jika aku tidak belajar meluangkan waktu untuk ayahku, aku
akan kehilangan banyak hal berharga. Aku tidak akan mengenal ayahku,
aku tidak akan mengerti siapa dia dan permasalahan apa yang ada dalam
hidupnya. Mungkin saat itu ayahku benar-benar membutuhkan aku, dan
memang begitu.
2. Penting - Tidak Genting
Ini mungkin baru pekerjaanku. Aku harus menyelesaikannya. Tapi jika aku besok pagi belum menyelesaikan, jika aku sudah mengerjakan dengan segenap daya upayaku, kupikir aku sudah menyelesaikan yang terbaik. Cukuplah.
3. Tidak penting - genting
Aku lelah. Tidak akan mengubah terlalu banyak sih. Tapi aku butuh istirahat.
4. Tidak penting - tidak genting.
Aku belum mandi. Nggak ada yang peduli deh kayaknya kalau aku cuman nggak mandi 1 malam doang.
Yak…itulah kehidupan kita. Kita punya banyak sekali pilihan dalam kehidupan kita. Beberapa di antaranya nggak akan terulang lagi, dan beberapa diantaranya jika kita tidak bisa melihat hal berharga yang ada di dalamnya, kita akan kehilangannya, dan di saat kita kehilangan, untuk memperolehnya lagi akan dibutuhkan begitu banyak harga yang harus dibayar, waktu yang harus diluangkan.

Clean start

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:48 am on Thursday, August 28, 2008

Aku nggak tahu, mana yang lebih baik, menanyakan semuanya (mengkonfrontasinya langsung), atau aku diam dalam semua pertanyaan di kepalaku…yang kalau aku nggak nanya, aku nggak bisa ngehilangin semua dari benakku…nggak bisa ngehapus bayangnya dari hatiku…nggak bisa…nggak bisa jadi diriku sendiri aja…
‘Are we friend? I don’t think so. Why? Just look at u’rself’
bunyi SMSku tadi siang…kenapa? Aku pikir aku memang bukan temannya lagi…Aku nggak pernah merasa diperlakukan sebagai teman…dan terpikir olehku, mungkin akan lebih baik baginya jika aku menghilang dari kehidupannya, biarkan dia dengan dirinya…dan temui aku lagi jika dia sudah siap menyandang kata ‘teman’, karena teman berarti berbagi, teman berarti peduli…
Aku memutuskan untuk jadi diriku sendiri, yang sedari dulu kalau temanku mulai menghindar dari kehidupanku, aku akan datang dan menanyakan langsung kepadanya, bukan memendam seribu tanya di hati atau bersedih dan menangis2inya…aku yang akan tertawa saat ingin tertawa, menangis saat aku ingin menangis, bukan menangis di balik tawa dan tertawa di dalam tangis.
Dan aku mulai menata ulang diriku, dengan atau tanpa keberadaannya, karena inilah hidupku, inilah aku. Aku sudah cukup bersabar dengan sikapnya, aku nggak akan bersikap lemah dan takut kehilangan dirinya, memangnya dia siapa. Jadi aku berdiri dengan kakiku, dan menjadi diriku.
Yah…semuanya dimulai dari sekarang…

Doaku pagi ini…

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 5:57 am on Thursday, August 28, 2008

TUHAN, aku berdoa…untuk orang yang saat ini selalu terbersit di hatiku…
Aku berdoa untuk perlindunganMU baginya…
jagalah dia sepanjang hari ini, seperti ENGKAU menjagaku…
temanilah dia sepanjang hari ini, seperti ENGKAU menemaniku…
selalulah ada untuknya, dan jangan biarkan dia merasa kesepian…
Jika dia letih, jadilah tempat bersandar baginya…
Jika dia sedih, jadilah tempat penghiburannya…
Aku tidak bisa berada di sampingnya…jadi biarkanlah ENGKAU selalu menemaninya…
…TUHAN…ENGKAU yang paling tahu seberapa besar cintaku untuknya…
…dan ENGKAUpun yang paling tahu perasaan dia padaku…
Saat ini betapa aku terluka…bukan karena dia tak membalas cintaku…
Tapi karena…aku kehilangan dia sebagai temanku…
hingga terkadang terbersit di hatiku…seandainya tidak pernah ada perasaan ini…seandainya tidak pernah ada HTS kami…mungkin kami bisa menjadi sepasang sahabat…sahabat yang baik dan dekat…
Tapi kini, bahkan untuk menjadi teman pun tampaknya aku tidak lagi berhak di matanya…apakah ‘mencintainya’ merupakan sebuah kesalahan tak termaafkan baginya???
Sekarang, di saat aku bukan lagi seorang teman baginya, aku hanya punya 1 hal yang bisa kuberikan untuknya…doa…
YESUS, jagalah dia…berikanlah yang terbaik baginya…dan temanilah dia…karena hanya doa ini yang bisa kuberikan untuknya…

Aku ini hanya mahluk lemah

Filed under: tentang diriku — cekucell at 4:42 am on Tuesday, August 26, 2008

Dan kusadari…berulangkali aku menyadari…aku ini hanya mahluk lemah
aku seringkali berlindung pada kata "aku kuat, aku tegar, aku bisa", padahal nggak
dan sekali ini Tuhan membuatku menyadari bahwa aku lemah…dan benar-benar lemah
Dia membuatku terpojok dalam setiap kelemahanku, hingga aku tidak bisa lagi melarikan diri dan berpura-pura kuat…
Dia membawaku ke hadapan cermin, menarik lepas semua topengku, dan membuatku melihat diriku sendiri, siapa aku…
Dia menarik lepas semua dindingku, dan menghadapkan aku pada kenyataan…
Tidak ada tempat bersembunyi, tak ada tempat berlindung, yang ada hanya dunia, aku dan Dia…Dia satu-satunya tempatku berlindung…
Dan Dia membuatku (dengan paksa) meninggalkan zona nyamanku, dan membuat langkah-langkah kecil, kecil sekali, untuk kesekian kalinya, sekali lagi menghadapi dunia dengan segala ketidakpastiannya…
Sekarang aku masih punya 1 topeng, 1 dinding, 1 pengaman, dan Tuhan memberiku pilihan, aku melepasnya, atau Dia yang akan melepaskannya dariku…
Dan aku tahu, aku sudah sangat tahu, apa yang seharusnya kupilih dan kulakukan…tapi aku justru sedang mencoba melakukan sebaliknya, memegang erat-erat, menggenggam erat-erat bayangan yang kupunya…

Mau nggak kalau kita kembali pacaran?

Filed under: For Memory — cekucell at 5:19 am on Tuesday, August 19, 2008

"Ta, kalau aku minta kita kembali menjadi pacar kamu mau nggak?", malam itu orang yang pernah kucintai menanyakan hal itu kepadaku.
Aku masih menyayanginya, aku tahu aku bisa bertahan sejauh ini sedikit banyak karena keberadaannya. Di saat aku sedih, aku tahu dia bisa membuatku tersenyum, di saat aku tertawa dia tertawa bersamaku. Aku tahu aku bahagia di sampingnya. Dia adalah seseorang yang aku benar-benar bisa jujur apa adanya. Aku bisa menangis di depan dia, aku bisa memaki di depan dia. Dia tahu semua masa laluku dan tak pernah berkeberatan dengan semua itu. Aku menyayanginya, sebagai bagian dari hidupku, layaknya kakak, layaknya ayah, layaknya sahabat. Aku pun tahu jika dia berlalu dari padaku aku akan sangat terluka, kesepian lebih dari yang bisa kubayangkan.
Tapi bagaimana dengan cintaku? Aku masih mencintai mr. TM. Dan seperti apapun aku mencoba mengusir bayangnya dari hatiku, apapun yang kulakukan, tidak sedetik pun mr. TM berlalu dari hatiku. Seburuk apapun dia memperlakukanku, selama apapun aku tidak mendengar kabar tentangnya, sedingin apapun sikapnya padaku, aku masih mencintainya. Dan walaupun aku dibalut dengan kehangatan cinta orang yang pernah kucintai, ataupun orang lain, hatiku hanya merindukan mr. TM.
Hatiku terluka ketika aku mencoba mematikan cintaku untuk mr. TM dan mencoba mencintai kembali orang yang pernah kucintai. Dan ketika kukatakan itu pada orang yang pernah kucintai, dia bilang "Selama kamu bahagia, aku bahagia". Jadi aku bertanya pada diriku sendiri, ‘Apakah kebahagiaanku?’
Aku masih punya waktu 3 bulan lebih untuk berdiam dan merenungkan apa yang menjadi kebahagiaanku. Aku nggak bisa memutuskan ini dan itu dengan cepat, aku takut salah melangkah dan sekali lagi harus melukai begitu banyak orang.

Sudah Yakinkah aku?

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:36 am on Saturday, August 16, 2008

"Siapkah kamu menikah terlambat?" sore itu percakapanku dan Bu Tiwi membuatku banyak berpikir ulang tentang kehidupanku.
Aku berencana kuliah lagi tahun depan, jika aku benar-benar kuliah dan aku menyelesaikan kuliahku dengan cepat, paling cepat aku akan selesai empat tahun lagi. Terkadang saat aku mengingat lagi umurku, hampir 24, tahun depan akan menjadi hampir 25, ketika aku menyelesaikan kuliahku mungkin hampir 28 atau malah sudah 28, lalu bekerja. Aku tahu, wanita dengan usia seperti itu, sebuah perusahaan akan berpikir jauh untuk bisa menerimaku bekerja.
Belum jika aku berkomitmen untuk bekerja, konsentrasiku teralihkan pada pekerjaan, otomatis aku akan menomorsekiankan masalah pencarian pasangan hidup, dan jelas soal pencarian pasangan hidup dan soal kuliah ga bisa sejalan, karena aku 24 teman-temanku mungkin 19-20tahun. Yupz, seperti itulah.
Jadi jalan yang harus kupikir ternyata cukup banyak, dan cukup jauh, dan cukup berat, tidak hanya sekedar pencarian biaya, tapi hari depanku begitu tak jelas dan jauh.
Tapi tak apa. Ini saatnya aku, yang terlalu memikirkan dan berencana jauh ke depan, meletakkan seluruh kehidupanku kepada Yesus. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, pura-pura sudah menyerahkan, ternyata masih menggenggam erat-erat kehidupanku. Yang aku tahu pasti dan yang berada dalam kendaliku saat ini adalah hari ini. Hari ini aku masih bisa berjalan, masih bisa melangkah, masih bisa berusaha. Masalah besok, aku akan berserah dan percaya.

Aku sedih

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:58 am on Tuesday, August 12, 2008

"Ta, mulai besok aku nggak usah dikirimi SMS ayat lagi ya? Sebaiknya kamu SMSin aja ke temanmu yang lain, aku yakin banyak yang lebih membutuhkan", aku terhenyak membaca SMS dari seorang temanku satu jam yang lalu.
Aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar. Besar banget, sampai aku seperti orang bingung dan hilang sepanjang sisa malam hari kemarin. Hingga aku ingin kabur dan nggak ingin mengakui bahwa kesalahan itu sudah terjadi. Aku menyesal sudah memaksanya menemui mantan pacarnya, aku nggak pernah menyangka kalau mantan pacarnya ternyata bersikap seperti itu. Dan aku merasa konyol dan bodoh.

Next Page »