Semua Jadi Kacau
Tadi pagi, saat renungan pagi bersama saudara-saudara seiman di PKS tercinta, aku dibuat tersadar oleh renungan tertanggal 16 Juli 2008 di buku Renungan Harian terbitan Gloria Graffa.
Judulnya ‘Kalap!’, ya itulah yang kurasakan sebelum orang tercinta, sampai saat ini masih tercinta, sebelum dia pergi mengejar impiannya. Aku begitu takut kehilangan dirinya dan lupa untuk berpikir jernih. Padahal beberapa waktu ini hubungan kami sudah sangat nyaman, hingga hari itu. Aku sendiri sebenarnya tahu, masih perlu waktu untuk dia lebih nyaman lagi bersamaku, masih perlu waktu untuk aku bisa lebih lagi mengenal dan nyaman dengan dirinya.
Namun aku begitu takut. Takut kehilangan dirinya. Dan sekarang? Aku merasa dia terlalu jauh untuk kutemui. Dan…yah…sedikit banyak aku menyesal untuk yang terjadi di hari Jumat lalu. Aku menyesal untuk tidak mendengar hati kecilku sendiri dan hanya berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.