Mencintai & Dicintai

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:00 am on Wednesday, July 16, 2008

"Aku masih mencintainya karena aku tidak tahu bagaimana cara menghentikan cinta", kataku pada sahabatku.
                "Aku masih mencintaimu karena aku juga tidak tahu cara menghentikan                         cinta", kata sahabatku padaku.

Okay, aku mencintai dan aku dicintai. Aku mencintai seseorang dan aku dicintai seseorang yang lain. Rasanya begitu lucu.
Tapi pasti tidak pernah terbayang kan kalau kamu akan dicurhati tentang cinta oleh orang yang mencintaimu? Aku mengalaminya lho. Sahabatku mencintaiku di saat aku mencintai orang lain. Sahabatku mendukung aku meraih cintaku, dan aku mendukung sahabatku meraih cintanya. Yang ada hubungan aneh yang serba semrawut.
Setiap kali sahabatku bertanya, "Ta aku ada harapan nggak sih mencintaimu?"
Jawabku "Nggak"
Tapi setiap kali sahabatku menanyakan lagi, "Lalu aku harus gimana soal impianku? Karena sejujurnya bisa bersamamu adalah impianku"
Jawabku "Ya kamu sudah tahu resikonya, sekarang tergantung dirimu. Kalau kamu mau mengejar mimpimu, aku akan mendukungmu. Kejarlah mimpimu, tangkaplah mimpimu, tapi sejujurnya aku nggak bisa mencintai kamu"
Hubungan yang beribet.
Belum ditambah hal-hal lain yang bikin tambah semrawut.
Tapi kemarin aku bilang ke sahabatku: "Kamu hebat ya, berani menaiki kapal yang pasti akan tenggelam"
Dia nggak komentar.
Sebenarnya aku sadar kapal yang kunaiki juga hampir pasti tenggelam. Tapi aku tau kalo aku nggak naik kapal itu, pulau kecil tempat aku berpijak pun pasti tenggelam. Yang penting naik dulu, seberapa jalan yang bisa ditempuh, tempuh dulu, kalaupun nanti tenggelam toh sudah lebih dekat dengan tujuan.
Aku berkali-kali putus cinta, tapi aku sama sekali nggak bisa mengingat cara menghentikan cinta.
Kemarin beberapa hari aku bingung, aku terluka, aku stress, memikirkan bagaimana cara melupakan dia. Hingga aku dapat jawabannya dari temanku : Nggak ada yang menyuruhmu melupakannya, jalani aja, santai aja, jangan tutup hatimu dan jangan matikan hatimu. Kalau kamu berusaha melupakannya, kamu mematikan hatimu, biarkan saja apa adanya. jangan sakiti hatimu sendiri.
Dan sekarang aku biarkan saja semua apa adanya. Toh sampai akhir komitmenku masih panjang. Jalani saja dulu dan tetap berbahagia. Karena bagaimanapun rumitnya aku ini mencintai dan dicintai.

Semua Jadi Kacau

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 5:37 am on Wednesday, July 16, 2008

Tadi pagi, saat renungan pagi bersama saudara-saudara seiman di PKS tercinta, aku dibuat tersadar oleh renungan tertanggal 16 Juli 2008 di buku Renungan Harian terbitan Gloria Graffa.
Judulnya ‘Kalap!’, ya itulah yang kurasakan sebelum orang tercinta, sampai saat ini masih tercinta, sebelum dia pergi mengejar impiannya. Aku begitu takut kehilangan dirinya dan lupa untuk berpikir jernih. Padahal beberapa waktu ini hubungan kami sudah sangat nyaman, hingga hari itu. Aku sendiri sebenarnya tahu, masih perlu waktu untuk dia lebih nyaman lagi bersamaku, masih perlu waktu untuk aku bisa lebih lagi mengenal dan nyaman dengan dirinya.
Namun aku begitu takut. Takut kehilangan dirinya. Dan sekarang? Aku merasa dia terlalu jauh untuk kutemui. Dan…yah…sedikit banyak aku menyesal untuk yang terjadi di hari Jumat lalu. Aku menyesal untuk tidak mendengar hati kecilku sendiri dan hanya berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.