Lagi-lagi Tentang Cinta

Filed under: Sebuah Kehidupan — cekucell at 7:26 am on Saturday, June 7, 2008

Cinta oh cinta, deritanya tiada akhir

Baru-baru ini aku ditanya temanku tentang definisi cinta dan seperti apa sih tanda-tanda kita jatuh cinta. Aku bingung, lha cinta bukan seperti bangun ruang yang ada alat peraganya, tapi cinta itu lebih mendekati matriks atau integral, yang nggak ada bentuk nyatanya di dunia nyata, kita tau simbolnya, kita tau fungsinya, tapi bentuk nyatanya, jangan pernah bertanya deh.

Tapi aku ingin mencoba menggambarkan cinta itu, bukan dari definisinya, kan kalo itu bisa dicari dari kamus besar Bahasa Indonesia, jadi saya ingin mencoba menggambarkan cinta dari perasaannya aja.

Di buku Marmalade Boy yang sudah ku baca puluhan kali, benernya bukan buku tapi komik, sampai bukunya lecek-lecek parah, penulis atau penggambar atau pengarang komik itu menggambarkan cinta delam dua kategori. Yang pertama, cinta yang menimbulkan debaran dan sensasi hebat di dalam dada, inginnya selalu bersama, cemburu melihat si dia dekat dengan orang lain dan sebagainya, itu bentuk cinta yang pertama. Cinta yang kedua, mungkin nggak seheboh yang pertama, tapi ada rasa tenang, ada rasa nyaman, ada rasa diterima. Menurut pengarang komik itu ini juga bentuk cinta.

Menurut saya cinta itu hampir gabungan keduanya. Cinta nggak selalu digambarkan dengan perasaan menggebu-gebu. Karena perasaan menggebu-gebu itu biasanya hanya datang di awal hadirnya cinta. Sejalan dengan waktu, cinta biasanya berubah bentuk dan beradaptasi menjadi bentuk yang samar, lebih pada perasaan nyaman dan penerimaan.

Mungkin lebih mudahnya aku akan menjelaskan melalui 4 tipe cinta, yaitu eros, filia, storge, agape.
Eros, biasa digolongkan sebagai cinta nafsu. Inilah yang menghadirkan perasaan menggebu-gebu di saat awal jatuh cinta.
Filia, disebut kasih persaudaraan atau persahabatan. Sejalan dengan waktu, biasanya, selazimnya, dan memang sudah seharusnya eros berubah menjadi filia. Kenapa? Karena eros tuh lemah dan waktu hidupnya sangat singkat, kurang lebih 3 bulan. Ketika filia sudah tumbuh, biasanya debaran di hati mulai hilang, mulai terbiasa dengan keberadaan dia.
Storge, yang ini ga usah dibahas. Ini benar-benar cinta orang tua pada anak dan anak pada orang tua, saudara yang benar-benar berhubungan darah kepada saudaranya.
Agape, setauku dan sepertinya setau semua orang cinta yang ini hanya Tuhan yang punya deh.

Tapi kita harus bisa membedakan antara cinta dan terobsesi ya…



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>