Kekasih Sejati - Monita

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:47 am on Tuesday, May 20, 2008

Aku yang memikirkan
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu

*
Mencoba lupakan
Tapi ku tak bisa
Mengapa� Begini�

**
Oh Mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Oh Mungkinkah kau yang jadi
Kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku

back to *,**

Bila
Tak menjadi milikku
Aku takkan menyesal
Telah jatuh hati

Back to **
Semoga tak sekedar harapku..

Maaf

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 5:35 am on Tuesday, May 20, 2008

Aku belum mampu menjadi diriku apa adanya di depanmu,
        bisakah kau mengizinkan aku menjadi diriku apa adanya di balik punggungmu?
Setidaknya untuk saat ini,,,

Aku ingin menangis, sangat ingin menangis. Saat ini hatiku sedang lemah, dan aku merasa terhimpit. Tiba-tiba semua orang berharap aku melakukan ini, melakukan itu, tiba-tiba semua orang menuntutku begini dan begitu, dan aku merasa sesak. Aku sama sekali tidak tegar, sama sekali tidak kuat, aku hanya berusaha untuk tegar, berusaha untuk kuat. Aku melihat sosokmu sejenak, dan hatiku terhibur, tapi aku sedang tidak tahu harus bersikap bagaimana kepadamu, aku ingin bermanja padamu, tapi aku takut membuatmu tak nyaman, dan akhirnya aku bersikap cuek padamu. Dan aku merasa kau bersikap cuek padaku, menjauhiku dan bersikap dekat pada orang lain, dan aku terluka. Aku memang bodoh. Aku merasa kau menghindariku, dan aku terluka. Aku tahu sebenarnya aku tidak berhak, jadi yang aku lakukan hanya diam dan bersikap dewasa, karena hanya itu yang bisa kulakukan. Maafkan aku yang egois ini ya.

Aku ingin menangis

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:18 am on Tuesday, May 20, 2008

Membaca blogs sahabatku, dan aku makin ingin menangis. Aku belum berubah. Dinding itu masih ada, mengurungku dengan segala kepalsuannya. Aku ingin menangis, tapi hanya senyum yang bisa kuperlihatkan, aku ingin berteriak, tapi hanya tawa yang mampu kuwujudkan. Bahkan saat sahabatku maupun cintaku berada di depanku, saat mereka mengulurkan kelembutan dan kasih mereka padaku, hanya dinding itu yang mereka hadapi. Aku berusaha bersikap tidak egois, berusaha menjadi yang terbaik dari diriku, tapi itu pun salah. Dan aku terhempas. Saat ini sesungguhnya yang paling kuinginkan hanyalah punggung untuk aku menangis dan berlindung sejenak. Untuk menjadi apa adanya aku, walau hanya di balik sebuah punggung.

Tolong jangan terlalu dekat

Filed under: teruntuk mereka — cekucell at 6:58 am on Saturday, May 17, 2008

Mungkin aku terlihat mudah akrab dengan pria, definisi fisik dan emosional. Sebenarnya nggak juga. Aku nggak nyaman ketika sahabatku duduk persis di sebelahku saat kami berada di ruang tamuku. Yang biasanya duduk di posisi itu hanya pacarku. Biasanya ketika sahabatku bertamu ke rumah, dia akan duduk di kursi kecil yang double dan aku duduk di kursi yang panjang di ruang tamuku. Makanya ketika mr. TM duduk pertama kalinya di ruang tamuku dan dia menuju ke kursi panjang aku memilih duduk di kursi kecil, eee dia malah njejeri aku. Trus terakhir kali dia ke rumah dan kami duduk di kursi panjang, aku sudah dengan sengaja membuat jeda satu tempat kosong (mengingat status kami sahabat), eee dia malah bergeser dan jadinya duduk mepet berdua di kursi panjang.
Memang sih dulu sekali waktu aku, mr. TM, Titin dan Eben ke bioskop aku asal nggandeng mr. TM, waktu itu kan benernya aku udah suka. Tapi aku benernya nggak terlalu nyaman kalo sahabatku terlalu dekat secara fisik denganku.

Cara nembak aku

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:49 am on Saturday, May 17, 2008

"Tha, kamu suka ditembak dengan cara apa sih?" tanya sahabatku dulu, sebelum hubungan kami menjauh.

"Mmm…yang  pasti jangan via kata2" jawabku.

"Loh???"

"Aku nggak tau mesti jawab gimana, ntar suasananya pasti jadi canggung"

"Lha trus??"

"Mmm,,, lakukan hal yang agak ekstrim tapi bisa langsung kubalas"

"Contoh???"

"Cium pipi misal, kan kalo aku nggak suka bisa langsung ‘plak’ " aku berpikir sejenak, "Atau genggam tanganku, kalau aku nggak suka juga bisa langsung tak tarik"

"Lha kalo kamu suka?"

"Aku kan bisa langsung cium pipinya. Hehe"

Tapi kayaknya hal-hal di atas nggak ngefek untuk mr. TM. Kami udah pernah pegangan tangan tapi status tetap teman. Jadi mungkin berlakunya kalo cium pipi ya. Hehe.

Tentang Indra

Filed under: For Memory — cekucell at 6:41 am on Saturday, May 17, 2008

Aku tahu, senyummu bukan untukku
Dan mungkin cintamu juga bukan untukku
Namun…tolong biarkanlah aku rasa semua itu
Meskipun hanya dalam sepenggal mimpi

Pernah terpikir olehku
Untuk kuculik cintamu
Untukku aku letakkan dalam jauh
Sudut hatiku…

Dan bila aku dapat berubah menjadi dewa cinta
Ingin kurasuki otakmu dengan…
Imajinasi dan ilustrasi cinta
Agar kau tau betapa aku mencintaimu


Ingi kuuntai tali kasihmu
Untuk aku satukan dengan benang cintaku
Biar terikat mengikat hingga lekat
Sampai takkan putus walaupun
semua rindumu telah pupus…

Birunya langit
Putihnya awan
Dan sepoinya angin
Jadilah engkau sebagai saksiku
Agar dia percaya
Betapa aku mencintainya

Puisi di atas puisi pemberian Indra satu-satunya yang aku simpan. Satu-satunya dan yang terakhir. Aku nggak pernah yakin kalau dia mencintaiku. Bahkan sampai akhir kisah kami aku selalu tidak mempercayainya, dan aku menyesal.
Puisi itu sendiri lembaran aslinya sudah dibakar sama sahabatku, A***, katanya karena aku terlalu terikat pada kenangan akan Indra.
Aku mungkin memang masih sering terkenang akan Indra, tapi itu karena aku merasa aku masih punya hutang sama dia. Aku punya hutang untuk hidup baik-baik, kuat dan menuliskan kisah dia. Selain itu akupun seringkali merasa bahwa cinta Indra begitu besar dan tulus sekali untukku. Kadang ketika aku letih aku sering bersandar pada kenangan akan dirinya dan cintanya, walau aku tau itu tak boleh. Ketika aku sedih soal mr. TM pun kadang aku masih menyebutkan nama Indra. Betapa bodohnya aku ya.

ketemu masku

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:00 am on Saturday, May 17, 2008

Tadi mr. TM ke gloria bersama kakaknya, dan aku diam saja. Bukan apa-apa, aku sedang dalam kondisi tidak menyiapkan hati untuk bertemu dia. Aku sedang letih, kepalaku pusing dan aku agak demam. Badanku nggak enak, hatiku nggak baik-baik saja dan rasanya kacau balau. Seperti yang kutulis kemarin aku sedang mengistirahatkan hatiku dari urusan mr. TM dan aku nggak berharap ketemu dia, jadi tadi aku diam aja. Bukan bermaksud nyuekin atau apa, tapi hatiku memang lagi malas dan kacau. Semoga dia mengerti.
Mungkin dia merasa sikapku agak aneh, tiba-tiba dia memperkenalkan kakaknya pada mbak Dina, mungkin dipikirnya aku bersikap nggak enak gitu karena aku nggak tau kalo itu kakaknya dan aku cemburu, nggak sih, sama sekali bukan itu.
Aku hanya lagi mengistirahatkan hatiku dan tidak dalam persiapan untuk bertemu dengannya. Dan bertemu dengannya membuat hatiku agak nggak karuan. Aneh ya.

MAMA?!!?

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:50 am on Saturday, May 17, 2008

"Mei nggak diajak mas?" tanyaku pada Mas D*****
"Nggak ada mamanya", jawab mas D*****.
"Lho itu ada di depan kan", balasku (di depan ada mbak D***)
"Siapa maksudnya?" tanyanya lagi.
"Mbak D*** kan?" balasku.
"Hmm, kenapa nggak kamu aja jadi mamanya Mei dan Rama?"

Kakak beradik yang aneh. Nggak adiknya, nggak kakaknya, dua-duanya hobi aja nggombalin aku.

"Nggak ah, kan udah ada mbak D***"

Tiba-tiba mbak D*** masuk dan kami diam.

"Mas, nanti ikut nonton?" tanya T****.
"Ikut, kan sudah dipesenin tiket" jawab mas D*****
"Tapi orangnya ganjil lo T** kalo kamu ikut" kata mbak D***
"Loh Rama diajak aja, biar genap" kata T****
"Rama udah diajak" jawab mas D*****
"Kamu ikut aja Git" kata T****
"Nggak ah, aku ga gitu suka nonton (kecuali ada masku)", jawabku.
"Loh kamu ga ikut tho Git?" tanya mas D*****
"Nggak"
"Mbok ikut aja" ajak mas D*****, "Nggak seru kalo kamu ga ikut.
"Napa? kan udah ada mbak D***. Pengen malem mingguan ma aku ya?" kataku.
"Iya, kan kasihan Rama kalo malem mingguan nggak ada mamanya" jawab mas D*****

Doaku semoga mbak D*** nggak pernah tau percakapan ini dan semoga mas D***** nggak benar-benar ingin menjadikanku mamanya Rama (Nggak pa-pa asal bukan dia papanya, Pak Eko bolehlah, nggak ding, maunya kalo masku yang jadi papanya). Kalo nggak bisa-bisa aku dibunuh mbak D***.

Kok Pusing yah

Filed under: Yang bikin pusing — cekucell at 5:28 am on Friday, May 16, 2008

"Jadi nanti Gita saja yang survey untuk mission trip Kupang", kata Pak Eko di meeting hari Kamis.

"Jadi untuk modul Quantum Teaching kita harus mempelajari multiple intelligence dan menerapkannya dalam mata pelajaran UAN, nanti Gita membantu mbak Apri ya", kata beliau lagi

"Untuk MBTI Mirota nanti Gita PJnya ya", lagi-lagi kata pak Eko

EEEX,,, wauw,,,pusing

Sebenarnya aku berharap

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:21 am on Friday, May 16, 2008

………………………
Tak berhenti
Jiwa ini menanti  diri  mu
Berjanji setia padamu
Dalam setiap detikku

Tuhan tolonglah
Buka hatinya
Agar ku dapat
Bahagia   bersamanya

<Senandung Rindu - Tohpati>

Lagu yang akhir-akhir ini kusuka. Sudah hampir sebulan dari pernyataan sahabat saja. Aku sedang PMS dan sedikit down, sejujurnya aku agak letih. Aku mencintainya dan sejujurnya berharap bisa menjadi kekasihnya. Dan aku sedang lelah. Mungkin aku ingin beristirahat sebentar. Beristirahat dari cintaku padanya, bukan berhenti mencintainya. Ada waktu sampai hari Selasa, setidaknya sampai hari itu aku nggak akan ketemu dia, aku mau istirahat sejenak, memulihkan staminaku dan menemukan diriku yang seperti biasanya, selalu optimis dan penuh energi.

Aku kadang berharap tiba-tiba di saat malam hari aku menemukan 1 sms dari dia sekedar mengucapkan selamat tidur, tapi itu hanya impian egoisku. Walaupun aku tahu kemungkinannya kecil sekali, tapi seandainya jadi kenyataan aku akan senang sekali, itu saja cukup membuatku berflower kembang n melayang di angkasa. Makanya ketika kemarin siang di hpku mampir sebuah SMS darinya bertuliskan ‘hai’, seandainya dia tahu betapa berbunga hatiku saat itu. Rasanya senang sekali, walau mungkin dia mengSMS itu pada sekian banyak orang, tapi aku sangat senang. Sampai kadang aku takut ketika hubungan kami semakin dekat, semakin nyaman aku takut semakin mencintai dia, padahal mungkin dia tidak mencintai aku. Jadi hatiku lelah memikirkan perasaanku dan seribu kemungkinan perasaannya. Aku memang tidak cocok berpikir keras, jadi sudahlah buang saja semua pikiran itu dan jalani saja.

Semua pikiranku tentang kemungkinan2 menyakitkan kumasukkan dalam kotak, kukunci rapat-rapat dan aku memandang Yesus dengan pandangan sok polosku, "Yesus, ini kuserahkan padaMu, kalau waktunya sudah tiba mungkin aku harus membukanya lagi, tapi saat ini kutitipkan itu padaMu"

« Previous PageNext Page »