………………………
Tak berhenti
Jiwa ini menanti diri mu
Berjanji setia padamu
Dalam setiap detikku
Tuhan tolonglah
Buka hatinya
Agar ku dapat
Bahagia bersamanya
<Senandung Rindu - Tohpati>
Lagu yang akhir-akhir ini kusuka. Sudah hampir sebulan dari pernyataan sahabat saja. Aku sedang PMS dan sedikit down, sejujurnya aku agak letih. Aku mencintainya dan sejujurnya berharap bisa menjadi kekasihnya. Dan aku sedang lelah. Mungkin aku ingin beristirahat sebentar. Beristirahat dari cintaku padanya, bukan berhenti mencintainya. Ada waktu sampai hari Selasa, setidaknya sampai hari itu aku nggak akan ketemu dia, aku mau istirahat sejenak, memulihkan staminaku dan menemukan diriku yang seperti biasanya, selalu optimis dan penuh energi.
Aku kadang berharap tiba-tiba di saat malam hari aku menemukan 1 sms dari dia sekedar mengucapkan selamat tidur, tapi itu hanya impian egoisku. Walaupun aku tahu kemungkinannya kecil sekali, tapi seandainya jadi kenyataan aku akan senang sekali, itu saja cukup membuatku berflower kembang n melayang di angkasa. Makanya ketika kemarin siang di hpku mampir sebuah SMS darinya bertuliskan ‘hai’, seandainya dia tahu betapa berbunga hatiku saat itu. Rasanya senang sekali, walau mungkin dia mengSMS itu pada sekian banyak orang, tapi aku sangat senang. Sampai kadang aku takut ketika hubungan kami semakin dekat, semakin nyaman aku takut semakin mencintai dia, padahal mungkin dia tidak mencintai aku. Jadi hatiku lelah memikirkan perasaanku dan seribu kemungkinan perasaannya. Aku memang tidak cocok berpikir keras, jadi sudahlah buang saja semua pikiran itu dan jalani saja.
Semua pikiranku tentang kemungkinan2 menyakitkan kumasukkan dalam kotak, kukunci rapat-rapat dan aku memandang Yesus dengan pandangan sok polosku, "Yesus, ini kuserahkan padaMu, kalau waktunya sudah tiba mungkin aku harus membukanya lagi, tapi saat ini kutitipkan itu padaMu"