Maaf ke 1002

Filed under: teruntuk mereka — cekucell at 6:44 am on Thursday, May 29, 2008

"Kamu marah ya sama aku?"

Bukan marah, aku hanya nggak tahu harus bersikap apa di depanmu. Aku terlalu takut membuatmu semakin mencintaiku. Takut jika semua itu terjadi aku akan melukaimu. Dan aku takut, jika aku sekali lagi harus kehilangan sahabatku.

Maaf ya…

My Life Line

Filed under: Sebuah Kehidupan — cekucell at 6:34 am on Thursday, May 29, 2008

Garis kehidupanku tuh unik, aneh dan semrawut. Kisah kehidupanku begitu bergelombang dan drastis banget sejak aku kecil, mungkin malah hingga aku umur 20 tahun. Umur 8 tahun orang tuaku berpisah rumah, umur 12 tahun orang tuaku bercerai, umur 15 tahun aku harus mulai belajar mengatur keuangan rumah tangga, umur 17 tahun orang yang kucintai meninggal dunia, umur 17 tahun juga aku harus mulai belajar menghidupi, bukan hanya diriku sendiri, tapi satu keluarga kecilku.

Tapi yang heran, saat ini umur 23 tahun aku tidak merasa ada beban berat yang menindihku seperti sebelum-sebelumnya. Masalahku hanya satu dua masalah yang ringan, hingga aku protes dan meminta pada Tuhan, Tuhan beri aku masalah. Dan boom, akhir tahun lalu pacarku, tepatnya mantan pacarku selingkuh, dan berakhirlah hubungan yang kami bina selama 6 tahun itu. Aku down. Aku selalu merasa dia bisa dipercayai, tapi ternyata. Dan kemudian aku jatuh cinta, dan aku sempat merasa kesal pada diriku sendiri. Woy, kemana diriku yang tegar menghadapi semua itu dan jadi lemah hanya karena cinta. Aku merasa lemah saat itu dan kadang saat ini pun juga. Barusan kami ngobrol dan dia bilang belum pernah jatuh cinta, berarti perasaannya padaku bukan cinta, hanya sekedar sayang, suka dan kagum. Aku ingin menangis, ingin bertanya macam-macam. Tapi biarlah, hidup terus berjalan, dan aku ingin berjalan saja, karena aku nggak ingin mandeg dan berhenti pada titik ini.

Aku mencintai dia

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:08 am on Thursday, May 29, 2008

Kalau kamu nanya seberat apa? Kayaknya berat banget…
Kalau yang kamu nanya sesakit apa? Kupikir sakit banget
Kalau kamu nanya lagi semenyedihkan apa? Aku akan jawab mungkin menyedihkan banget…

Tapi kalau pertanyaanmu…

Sebahagia apa? Bahagia banget
Seindah apa? Sangat indah

Aku tau pasti aku mencintai dia…saat ini aku masih mencintai dia
dan aku tau pasti dia tidak mencintai aku…saat ini dia masih tidak mencintai aku
Tapi itu tak mampu membuatku berhenti mencintai dia…