percakapan kami
rara: maafin aku ya Ti
raditya kertiyasa: ada apa e kok minta maaf gitu?
rara: pengen aja
rara:
raditya kertiyasa: emang kamu ngerasa salah apa?
rara: ngerasa salah
rara: akhir2 ini ga bales smsmu
raditya kertiyasa: ya wis
raditya kertiyasa: bukan permintaan maafnya yang penting
rara: trus?
rara: jangan traktiran’
rara: aku lagi diet
raditya kertiyasa: halah…
raditya kertiyasa: bukan
raditya kertiyasa: maksudku
rara: ?
raditya kertiyasa: daripada minta maaf, lebih baik memperbaiki sikap to?
rara: iya2
raditya kertiyasa: memperbaiki diri
rara:
rara: tapi….
rara: tetap harus dipahami
rara: bahwa kita berbeda
rara: aku cewek dan kamu cowok
rara: bahwa kadang ada hal2 dari diriku yang tak terpahami olehmu
rara: dan sebaliknya
rara:
rara: bukan pembelaan diri
rara: hanya ungkapan hati
rara:
raditya kertiyasa: iya iya
raditya kertiyasa: lagian maksudku memperbaiki diri juga bukan masalah nggak bales sms kok…
raditya kertiyasa: kalo itu mah… lha wong aku juga pernah gitu
rara: tapi?
rara: yang jelas
raditya kertiyasa: kalo aku marah besar ke kamu gara-gara itu, berarti aku muna…
rara: aku lebih suka kamu mengatakan sesuatu dengan lugas dan gamblang
rara: aku kan manis2 bolot
rara: jadi kalo ga dijelasin pusing
raditya kertiyasa: he eh
raditya kertiyasa: Rara Gita Bolota Patriahastari
rara: kurang ajar
raditya kertiyasa: hehe…
raditya kertiyasa: maksudku…
rara: ya/
raditya kertiyasa: ya yang kutulis di blog itu
rara: yang mana?
raditya kertiyasa: yang about you dan yang terperangkap
rara: bingung
rara: bukan yang protes?
raditya kertiyasa: bukan
rara: okay
rara: ti
raditya kertiyasa: tapi paling ya nggak dibaca
rara: lapar
rara: aku malah lebih krasa yang itu je
rara: tapi tenang aja di saat aku mulai bermimpi aku punya obatnya
rara: JC ga biarin aku bermimpi kok
rara: dia selalu mengingatkan aku pd komitmenku
raditya kertiyasa: nah…
raditya kertiyasa: justru itu
rara: yup?
rara: mmm,,,seandainya kita ketemu n aku nanya dikit tentang noni bolehkah?
rara: atw itu mengganggu?
raditya kertiyasa: aku cuma bisa jawab yang aku diberi hak menjawab
rara: ok
raditya kertiyasa: selebihnya mungkin aku tau, tapi aku nggak berhak membicarakan
rara: ok
raditya kertiyasa: kayaknya kamu masih belom bisa menangkap pesanku ya…
rara: Ti
rara: aku tau kok
rara: Ti nanya ya
rara: cintaku hanya mimpi ya?
raditya kertiyasa: haduh…
raditya kertiyasa: tambah nggak nangkep
rara: trus maksudnya
rara: ?
rara: aku kan bolot
rara: critain yang jelas
rara: gamblang
rara: aku ga biasa pake bahasa puitis
raditya kertiyasa: menurut aku ni ya
rara: ya?
raditya kertiyasa: selama ini kamu memusatkan hidupmu pada komitmenmu ke Dia dan dia
raditya kertiyasa: kalo ke Dia sih, ya itu urusan pribadimu sama Dia
rara: tapi kalo ke Dia kan itu memang harus
raditya kertiyasa: tapi kalo sama dia
rara: iya?
raditya kertiyasa: seolah-olah jika hidupmu adalah bumi, dia adalah mataharimu
raditya kertiyasa: padahal dia sendiri belum siap untuk menjadi matahari
rara: mmm
rara: kok tau?
raditya kertiyasa: dan hidupmu selalu berputar-putar di situ-situ aja
raditya kertiyasa: bertanya-tanya, benarkah dia mataharimu
rara: tau ga
rara: beberapa hari ini
rara: aku sedang berpikir untuk melupakannya
rara: seang menjauh dari hidupnya dan dirinya
raditya kertiyasa: bukan itu yang aku maksudkan
rara: udahlah Ti
raditya kertiyasa: bukan berarti kamu harus "nyepi" gitu
rara: aku nggak pernah bisa bersikap tanggung
rara: dan memang nggak mau bersikap tanggung
rara: seandainya memang dia ingin aku perlakukan sama dengan yang lain
rara: sama ya sama
raditya kertiyasa: duhhh….
raditya kertiyasa: stop stop stop
raditya kertiyasa: bukan itu
rara: trus?
raditya kertiyasa: tu kan
raditya kertiyasa: tau maksudku obsesi?
raditya kertiyasa: itu lho
raditya kertiyasa: tolok ukurmu selalu dia
rara: Ti
raditya kertiyasa: nggak ada yang lain
raditya kertiyasa: seluruh hidupmu berpusat pada dia
raditya kertiyasa: seluruh pikiran dan perasaanmu, diakui atau tidak, adalah tentang dia
rara: Ti
rara: aku berbeda denganmu
rara: Satu-satunya yang kuingin lakukan
rara: bahkan dengan beberapa hari nyepi ini
rara: adalah mengembalikan semuanya
rara: berdiri pada kakiku
rara: dan mengembalikan dia pada tempatnya
rara: karena hanya itu yang bisa kulakukan
rara: aku tak bisa mencintai dan mengabaikan
rara: pada saat bersamaan
rara: sebenarnya mengabaikan bukan kata yang tepat
rara: tapi aku tak tahu kata yang tepat untuk menggambarkannya
raditya kertiyasa: ya wis lah
raditya kertiyasa: nggak jadi aja lah
rara: okay
raditya kertiyasa: kamu bisa nggak si dengerin aku sampe selesai dulu baru jawab?
rara: okay
rara: ya udah bicaralah
raditya kertiyasa: coba deh liat semua jawabanmu
raditya kertiyasa: semua selalu terkait sama dia
rara: iya
raditya kertiyasa: semua pertimbanganmu adalah tentang dia, karena dia
raditya kertiyasa: jadi…
raditya kertiyasa: itulah yang aku maksudkan
raditya kertiyasa: bahwa duniamu hanya sebesar ruang terbesar di hatimu
raditya kertiyasa: nggak ada tempat untuk yang lain
raditya kertiyasa: sama sekali
raditya kertiyasa: bahkan untuk mimpi2mu yang lain
raditya kertiyasa: padahal
raditya kertiyasa: dia sendiri belum tentu nyaman dengan kamu yang seperti itu
raditya kertiyasa: selain itu
raditya kertiyasa: semua orang di sekitarmu
raditya kertiyasa: kalo liat kamu
raditya kertiyasa: yang terlihat adalah kamu yang terobsesi pada dia
raditya kertiyasa: hanya satu itu
raditya kertiyasa: padahal setauku kamu punya banyak mimpi lain
raditya kertiyasa: kuliah lagi
raditya kertiyasa: nulis buku
raditya kertiyasa: punya anak angkat
rara: satu lagi
rara: yang paling kuimpikan seumur hiduku
raditya kertiyasa: apa?
rara: ga usah deh
rara:
rara: ntar disambung2in ma dia
raditya kertiyasa: nggak kok
raditya kertiyasa: aku nggak akan nyambung2in
rara: ga usah
raditya kertiyasa: biasanya kan kamu yang nyambung2in segala sesuatu sama dia
rara: karena impian terbesarku adalah selalu ada dan memberikan hidupku untuk orang yang kucintai
raditya kertiyasa: nah…
rara: lagipula aku nggak pernah melupakan banyak mimpiku
raditya kertiyasa: ya udah
raditya kertiyasa: kalo memang begitu
raditya kertiyasa: seharusnya kamu nggak perlu sampe tertatih-tatih banget
raditya kertiyasa: ketika dia tidak seperti yang kamu harapkan
raditya kertiyasa: karena masih ada mimpi2 lain yang harus dikejar
raditya kertiyasa: karena hidupmu nggak cuma tentang dia
raditya kertiyasa: tapi tentang kamu sendiri
rara: tapi seperti yang aku bilang kan
rara: aku nggak bisa bersikap "tanggung"
rara: makanya aku ingin menghapusnya dari mimpiku
rara: dan mengembalikan semuanya seperti semula
rara: kenapa karena itupun kamu jadi marah
rara: aneh
rara: begini salah begitu salah
raditya kertiyasa: sebenernya kamu sayang nggak to sama dia?
rara: sayang
rara: makanya yang ingin aku matikan hanya cinta
rara: bukan sayang
rara: dengan sayang
rara: sekedar sayang
raditya kertiyasa: itulah maksudku
raditya kertiyasa: kalo kamu memang cinta
raditya kertiyasa: ya udah
raditya kertiyasa: kenapa harus dihapus?
rara: mau dihapus
raditya kertiyasa: kenapa harus lari dari perasaan itu?
rara: aku nggak lari
rara: aku hanya ingin menjadi diriku yang terbaik
raditya kertiyasa: oke oke
raditya kertiyasa: nah yang itu arahnya udah bener
raditya kertiyasa: dan menjadi dirimu yang terbaik TIDAK tergantung pada dia
raditya kertiyasa: tapi tergantung pada kamu
rara: tapi Ti
rara: mungkin blogsku memang terisi tentang dia thok
raditya kertiyasa: tapi?
rara: bukan mungkin lagi sih
rara: ga tau ya
rara: nggak jelas mengatakannya
rara: sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku ke dia
rara: lewat blogs
rara: karena aku tau dia selalu baca blogsku
rara: dan itu aja
raditya kertiyasa: aku kasih tau ya
rara: y?
raditya kertiyasa: cowok memang suka ketika cewek yang dia cintai selalu memikirkan dia
raditya kertiyasa: tapi cowok lebih suka lagi ketika melihat cewek yang dia cintai
raditya kertiyasa: punya hidup yang begitu berwarna
raditya kertiyasa: penuh impian
rara: oh iya aku punya blogs satu lagi
rara: tapi belum kupublikasikan
raditya kertiyasa: dan lebih lagi kalo si cewek keliatan berusaha meraih impian2 itu
rara: makanya Juni nanti aku akan ke Kupang
raditya kertiyasa: kalo cowok melihat
raditya kertiyasa: bahwa hidup ceweknya adalah 110% tentang dia
raditya kertiyasa: kalo itu aku
raditya kertiyasa: aku malah akan menjadi risih
raditya kertiyasa: karena aku melihat si cewek ini nggak punya dunia selain aku
raditya kertiyasa: kalo aku menghilang sebentar aja…
raditya kertiyasa: kosonglah dunianya
raditya kertiyasa: padahal aku juga punya duniaku sendiri
rara: Ti
rara: Juni nanti aku mau ke Kupang
rara: tau nggak soal kuliah lagi
rara: benernya impianku tepatnya bukan kuliah lagi
rara: aku ingin belajar
rara: aku nggak ingin mandeg
rara: aku ingin mencapai sesuatu yang aku bisa banggakan
rara: tapi bukan kuliah
rara: karena aku pun nggak tau apa yang benar-benar aku ingin pelajari
rara: bukan melupakan
rara: aku hanya sedang melihat2
rara: Ti
rara: kembali pada Juni nanti aku ke Kupang
rara: aku senang sekaligus takut pak Eko nyuruh aku ke Kupang
rara: aku pengen belajar marketing
rara: tapi di balik itu
rara: ada sesuatu yang ingin kupelajari
rara: kehidupan di sana
rara: anak-anak yang tumbuh di sana
rara: bahasanya, 1-2 kata
rara: budayanya
rara: itu yang ingin aku lihat
rara: tapi aku disuruh pergi sendirian
rara: jadi takut juga
raditya kertiyasa: nah…
raditya kertiyasa: gitu itu lho yang aku maksudkan
raditya kertiyasa: aku kemaren2 tu nggak marah
raditya kertiyasa: aku cuma eman2 aja
rara: kembali pada masalah blogsku yang belum kupublikasikan
raditya kertiyasa: kalo kamu jadi nggak sempat mengejar mimpi2mu yang lain
rara: aku belum mempublikasikan blogsku karena
rara: 1. ini bukan berisi perasaanku
rara: itu yang aku inginkan tentang blogsku yang 1 ini
rara: 2. Aku belum menemukan alasan tepat untuk mempublikasikannya
rara: Aku pernah bilang aku ingin menulis
rara: bukan tentang kisah cinta
rara: tapi tentang kisah kehidupan
rara: dimana peran utamanya bukan cinta
rara: tapi tentang manusia
rara: tentang manusia yang berjuang akan hidupnya
rara: dalam 1 juta artian
rara: aku hanya belum menemukannya
rara: makanya blogs ini belum ada isinya
raditya kertiyasa: nah…
raditya kertiyasa: ya udah
raditya kertiyasa: kejarlah itu
raditya kertiyasa: sebenernya ini lho maksudku
rara: Ti
raditya kertiyasa: kamu jarang sekali memperlihatkan dirimu yang penuh mimpi
raditya kertiyasa: yang punya cita-cita ini dan itu
rara: percakapan ini boleh dipublikasikan di blogsku?
raditya kertiyasa: dan kamu jarang sekali memperlihatkan sisi kehidupanmu yang memperjuangkan mimpi2 itu
berikut percakapanku dengan sahabatku tertanggal 23 Mei 2008