Tolong jangan terlalu dekat

Filed under: teruntuk mereka — cekucell at 6:58 am on Saturday, May 17, 2008

Mungkin aku terlihat mudah akrab dengan pria, definisi fisik dan emosional. Sebenarnya nggak juga. Aku nggak nyaman ketika sahabatku duduk persis di sebelahku saat kami berada di ruang tamuku. Yang biasanya duduk di posisi itu hanya pacarku. Biasanya ketika sahabatku bertamu ke rumah, dia akan duduk di kursi kecil yang double dan aku duduk di kursi yang panjang di ruang tamuku. Makanya ketika mr. TM duduk pertama kalinya di ruang tamuku dan dia menuju ke kursi panjang aku memilih duduk di kursi kecil, eee dia malah njejeri aku. Trus terakhir kali dia ke rumah dan kami duduk di kursi panjang, aku sudah dengan sengaja membuat jeda satu tempat kosong (mengingat status kami sahabat), eee dia malah bergeser dan jadinya duduk mepet berdua di kursi panjang.
Memang sih dulu sekali waktu aku, mr. TM, Titin dan Eben ke bioskop aku asal nggandeng mr. TM, waktu itu kan benernya aku udah suka. Tapi aku benernya nggak terlalu nyaman kalo sahabatku terlalu dekat secara fisik denganku.

Cara nembak aku

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:49 am on Saturday, May 17, 2008

"Tha, kamu suka ditembak dengan cara apa sih?" tanya sahabatku dulu, sebelum hubungan kami menjauh.

"Mmm…yang  pasti jangan via kata2" jawabku.

"Loh???"

"Aku nggak tau mesti jawab gimana, ntar suasananya pasti jadi canggung"

"Lha trus??"

"Mmm,,, lakukan hal yang agak ekstrim tapi bisa langsung kubalas"

"Contoh???"

"Cium pipi misal, kan kalo aku nggak suka bisa langsung ‘plak’ " aku berpikir sejenak, "Atau genggam tanganku, kalau aku nggak suka juga bisa langsung tak tarik"

"Lha kalo kamu suka?"

"Aku kan bisa langsung cium pipinya. Hehe"

Tapi kayaknya hal-hal di atas nggak ngefek untuk mr. TM. Kami udah pernah pegangan tangan tapi status tetap teman. Jadi mungkin berlakunya kalo cium pipi ya. Hehe.

Tentang Indra

Filed under: For Memory — cekucell at 6:41 am on Saturday, May 17, 2008

Aku tahu, senyummu bukan untukku
Dan mungkin cintamu juga bukan untukku
Namun…tolong biarkanlah aku rasa semua itu
Meskipun hanya dalam sepenggal mimpi

Pernah terpikir olehku
Untuk kuculik cintamu
Untukku aku letakkan dalam jauh
Sudut hatiku…

Dan bila aku dapat berubah menjadi dewa cinta
Ingin kurasuki otakmu dengan…
Imajinasi dan ilustrasi cinta
Agar kau tau betapa aku mencintaimu


Ingi kuuntai tali kasihmu
Untuk aku satukan dengan benang cintaku
Biar terikat mengikat hingga lekat
Sampai takkan putus walaupun
semua rindumu telah pupus…

Birunya langit
Putihnya awan
Dan sepoinya angin
Jadilah engkau sebagai saksiku
Agar dia percaya
Betapa aku mencintainya

Puisi di atas puisi pemberian Indra satu-satunya yang aku simpan. Satu-satunya dan yang terakhir. Aku nggak pernah yakin kalau dia mencintaiku. Bahkan sampai akhir kisah kami aku selalu tidak mempercayainya, dan aku menyesal.
Puisi itu sendiri lembaran aslinya sudah dibakar sama sahabatku, A***, katanya karena aku terlalu terikat pada kenangan akan Indra.
Aku mungkin memang masih sering terkenang akan Indra, tapi itu karena aku merasa aku masih punya hutang sama dia. Aku punya hutang untuk hidup baik-baik, kuat dan menuliskan kisah dia. Selain itu akupun seringkali merasa bahwa cinta Indra begitu besar dan tulus sekali untukku. Kadang ketika aku letih aku sering bersandar pada kenangan akan dirinya dan cintanya, walau aku tau itu tak boleh. Ketika aku sedih soal mr. TM pun kadang aku masih menyebutkan nama Indra. Betapa bodohnya aku ya.

ketemu masku

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:00 am on Saturday, May 17, 2008

Tadi mr. TM ke gloria bersama kakaknya, dan aku diam saja. Bukan apa-apa, aku sedang dalam kondisi tidak menyiapkan hati untuk bertemu dia. Aku sedang letih, kepalaku pusing dan aku agak demam. Badanku nggak enak, hatiku nggak baik-baik saja dan rasanya kacau balau. Seperti yang kutulis kemarin aku sedang mengistirahatkan hatiku dari urusan mr. TM dan aku nggak berharap ketemu dia, jadi tadi aku diam aja. Bukan bermaksud nyuekin atau apa, tapi hatiku memang lagi malas dan kacau. Semoga dia mengerti.
Mungkin dia merasa sikapku agak aneh, tiba-tiba dia memperkenalkan kakaknya pada mbak Dina, mungkin dipikirnya aku bersikap nggak enak gitu karena aku nggak tau kalo itu kakaknya dan aku cemburu, nggak sih, sama sekali bukan itu.
Aku hanya lagi mengistirahatkan hatiku dan tidak dalam persiapan untuk bertemu dengannya. Dan bertemu dengannya membuat hatiku agak nggak karuan. Aneh ya.

MAMA?!!?

Filed under: tentang diriku — cekucell at 5:50 am on Saturday, May 17, 2008

"Mei nggak diajak mas?" tanyaku pada Mas D*****
"Nggak ada mamanya", jawab mas D*****.
"Lho itu ada di depan kan", balasku (di depan ada mbak D***)
"Siapa maksudnya?" tanyanya lagi.
"Mbak D*** kan?" balasku.
"Hmm, kenapa nggak kamu aja jadi mamanya Mei dan Rama?"

Kakak beradik yang aneh. Nggak adiknya, nggak kakaknya, dua-duanya hobi aja nggombalin aku.

"Nggak ah, kan udah ada mbak D***"

Tiba-tiba mbak D*** masuk dan kami diam.

"Mas, nanti ikut nonton?" tanya T****.
"Ikut, kan sudah dipesenin tiket" jawab mas D*****
"Tapi orangnya ganjil lo T** kalo kamu ikut" kata mbak D***
"Loh Rama diajak aja, biar genap" kata T****
"Rama udah diajak" jawab mas D*****
"Kamu ikut aja Git" kata T****
"Nggak ah, aku ga gitu suka nonton (kecuali ada masku)", jawabku.
"Loh kamu ga ikut tho Git?" tanya mas D*****
"Nggak"
"Mbok ikut aja" ajak mas D*****, "Nggak seru kalo kamu ga ikut.
"Napa? kan udah ada mbak D***. Pengen malem mingguan ma aku ya?" kataku.
"Iya, kan kasihan Rama kalo malem mingguan nggak ada mamanya" jawab mas D*****

Doaku semoga mbak D*** nggak pernah tau percakapan ini dan semoga mas D***** nggak benar-benar ingin menjadikanku mamanya Rama (Nggak pa-pa asal bukan dia papanya, Pak Eko bolehlah, nggak ding, maunya kalo masku yang jadi papanya). Kalo nggak bisa-bisa aku dibunuh mbak D***.