"Kalo aku sms panjang lebar, 5 kali sehari dia balesnya apa adanya, 1 kali dan pendeknya cuma 1 kata, kalo bisa cuman 1 huruf"
"Kalo aku mau telpon dia selalu ngelarang"
"Kalo orang lain sms balesnya secepat kedipan mata, kalo aku sms balesnya secepat hari berlalu"
"Kalo lagi jalan sama aku n ketemu temannya, kayaknya dia tuh malu banget akan keberadaanku"
"Dia tuh berusaha setengah mati menyembunyikan keberadaanku dalam kehidupannya"
Kayaknya mirip deh, nggak jauh-jauh beda sama yang aku rasakan dan yang aku alami, tapi ini bukan kata-kataku, ini kata-kata temanku setengah menangis. Jawabanku, "Ooo…orang yang kusayangi juga sama". Memang benar-benar mirip. Jadi aku sangat memahami perasaannya.
"Tapi Gita kan orangnya tegar dan kuat", katanya lagi.
Nggak juga. Aku juga sering kesal dengan sikapnya, tidak jarang juga sering ingin menangis. Tapi dia memang seperti itu, dan aku pernah memutuskan untuk menerimanya apa adanya, jadi aku menerima apa adanya dan tidak terlalu mengambil pusing semua yang dia lakukan. Kalau aku memfokuskan diriku pada hal-hal kecil yang dia lakukan dan menghabiskan energiku untuk memikirkan itu, kapan aku mencintainya.
"Aku ingin menunggunya, tapi bagaimana kalo aku ternyata hanya akan menghabiskan waktu untuk menunggunya dan dia tidak pernah bisa mencintaiku, padahal aku juga sudah nggak muda lagi"
Itu kata-katanya juga. Kadang itu juga terpikir olehku. Makanya aku ubah kata-kataku, aku bukan menunggu dia mencintaiku, aku hanya mencintainya selama aku bisa mencintainya. Jika selama aku mencintainya tiba-tiba dia juga mencintaiku, aku bahagia, namun jika ternyata kemudian separoh jalan aku menemukan seseorang lain untuk kucintai dan dia tidak kunjung jua mencintaiku, toh aku tetap bahagia. Bukan orang lain yang menentukan kebahagiaanku, tapi aku. Dan dia mencintaiku atau tidak, aku tidak mau itu menjadi penentu kebahagiaanku, aku sendiri yang menentukan bahwa aku bahagia ketika mencintainya. Kalau dia mencintaiku itu akan menambah kebahagiaanku, kalaupun tidak itu takkan mengurangi kebahagiaanku.