Aku mengerti…

Filed under: teruntuk mereka — cekucell at 8:22 am on Wednesday, May 14, 2008

"Aku nggak bisa baca blogsmu lagi Ta. Terlalu menyakitkan." itu katamu 3 malam yang lalu.

Aku mengerti kok, isi blogsku hanya penuh dengan mr. TM dan diriku…

"Mungkin lebih baik kita nggak komunikasi dulu, beri aku waktu menata perasaanku", katamu juga

Aku mengerti kok…

Hari ini senang

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 8:15 am on Wednesday, May 14, 2008

Kamu terlihat cakep, nggak bohong n nggak fitnah lho, kan hanya terlihat (terlihat belum tentu kenyataan), yang pasti di mataku kamu terlihat cakep hari ini. Aku senang kita bisa lunch bareng n kita punya waktu bareng walo hanya sebentar. Maaf ya kalo SMSku tadi siang agak nggak enak ma kamu. Btw kalo kamu mau menanggapi blogsku via message boleh lho, aku gpp. Coz kalo gini kayaknya komunikasinya jadi searah. Jadi kalo kamu keberatan dengan sesuatu atw mau menyampaikan sesuatu berhubungan dengan blogsku, kamu boleh mengirimkan message via fs. Aku akan dengan senang hati membacanya. Btw lagi, aku kegeeran atau memang kamu suka ngeliatin aku ya dengan pandangan mata penuh arti? Coz aku salting nih kalo kamu liatin, sampe aku pengen ngumpet di bawah meja, tapi aku senang kamu liatin dengan caramu memandang tadi siang, bikin aku pusing sendiri.

Yang disukai cowok vs yang disukai cewek

Filed under: Books — cekucell at 7:57 am on Wednesday, May 14, 2008

Yang disukai cowok:

  • cewek yang merawat diri.
  • cewek yang punya minat sendiri. Cowok senang mengetahui bahwa mereka tidak selalu harus ada setiap saat dan sepanjang waktu.
  • cewek yang punya rasa humor, tahu cara bergembira dan bisa tertawa.
  • cewek yang tidak terlalu mengejar-ngejar mereka.
  • cewek yang mau mendengarkan mereka dan menganggap mereka menarik.
  • cewek yang bisa bersenang-senang dengan sesama teman perempuan
  • cewek yang tulus menyukai mereka

Yang disukai cewek:

  • cowok yang menyukai mereka
  • cowok yang tegar
  • cowok yang tidak takut mengucapkan hal-hal manis pada mereka
  • cowok yang bisa menikmati suasana saat bersama cewek
  • cowok yang membuat mereka merasa istimewa
  • cowok yang peduli akan perasaan mereka
  • cowok yang penuh perhatian dan mau menelepon sekedar untuk menyapa
  • cowok yang murah hati
  • cowok yang merawat diri
  • cowok yang suka melakukan hal-hal kecil (mis : menggenggam tangan)

Aku Bodoh

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 7:35 am on Wednesday, May 14, 2008

"Memang dia pernah cerita ke kamu dia nganggep aku apa?" tanyaku pada seorang muridku.

"Dia bilang ‘mbak Gita sahabatnya, hanya teman dan nggak ada apa-apa", jawabnya.

‘Nyuutt’, seperti itu yang kurasakan. Hatiku sempat sakit sekali, sakit dan sakit sekali. Aku masih terlalu berharap ternyata, dan ini teguran untukku. Sempat konsentrasiku hilang, bahkan sampai saat aku bertemu dia, mr. TM.
Aku pun sempat mengSMS dia sedikit tidak biasanya, biasanya aku hanya memanggil dia dengan ‘Mas’ atau ‘Masq’, tadi aku mengSMS dia dengan kata ‘Mas <sensor>’. Aku ingin sedikit saja mengalihkan sakit di dada ini dengan bersikap tidak mengenakkan, nggak tau dia sadar nggak ya. Aku biasanya memanggil orang yang spesial untukku dengan satu kata ‘mas’. Tadi kurasa dia agak diam, nggak tau perasaanku aja atau memang benar. Yah, aku tau sikapku salah. Bukannya memang dari awal komitmen kita sahabat ya, ya sudah jadi bukan salahnya ketika dia mengatakan pada orang lain bahwa kami hanya sahabat, tapi kadang tetap menyakitkan buatku menyadari bahwa di antara kami hanya persahabatan. Ternyata aku belum tulus mencintai dia. Jadi aku akan belajar lagi, belajar untuk lebih tulus.

Filed under: Books — cekucell at 7:18 am on Wednesday, May 14, 2008

                            Ketika segala sesuatu menjadi serba salah
                                    sebagaimana kadang terjadi
            ketika jalan yang susah payah kaulalui tampak terus mendaki
            ketika kesukaan tiada dijumpai dan kebahgiaan sulit digapai
              ingin rasanya tersenyum, namun hanya keluh yang terucap
                                        ketika kesusahan menekan
                        istirahatlah jika perlu, tetapi jangan berhenti

                        Hidup memang unik dengan segala lika-likunya
                                yang mengajar kita tentang sesuatu
                                hingga kegagalan yang menghampiri
                                            dapat kau menangkan
                                                Jangan menyerah
                           meski segalanya tampak berlangsung lambat
                        mungkin kau akan berhasil pada kesempatan lain

                            Keberhasilan adalah sisi lain dari kegagalan
                        bayangan keperakan di tengah mendung kekalutan
                    kau tak pernah tau seberapa dekat dengan keberhasilan
                         mungkin apa yang tampaknya jauh sudah dekat
              sebab itu teruslah berjuang saat kau merasa sangat menderita
                            ketika segala sesuatu tampak sangat buruk
                              kau justru tidak boleh berhenti berjuang

Harga Diri

Filed under: tentang diriku — cekucell at 7:05 am on Wednesday, May 14, 2008

"Mungkin orang lain bisa berbuat apapun padaku, tapi yang menentukan harga diriku adalah aku. Orang lain boleh menginjak-injakku, meludahiku, melukaiku, melupakanku, memaki aku, tapi hanya itu yang bisa mereka lakukan, mereka nggak bisa mengambil harga diriku. Harga diriku hanya bisa mereka ambil kalau aku yang menyerahkannya"

Obrolan sore ini bersama muridku di ruang PKS cukup seru, dia bertanya seputar free sex dan virginity. Dia menggolongkan orang, dalam hal ini dikhususkan pada wanita dalam dua golongan, yang kehilangan virginitasnya karena ‘kasus-kasus’ tertentu, dan yang kehilangan virginitasnya karena kehendak mereka sendiri. Dan dia bertanya pendapatku.
Aku bingung deh jadinya, aku pernah mengatakan pada temanku yang mengalami ‘kasus tertentu’ seperti apa yang kutuliskan di atas tadi. Ya, mungkin kadang kehidupan mengotori kita, melukai kita, menjadikan kita begitu tertekan dan kecil. Tapi yang menentukan harga diri kita adalah diri kita.

"Oleh karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan anakNya yang Tunggal…"

Dan aku percaya harga setiap diri kita seharga Darah Yesus, seharga pengorbanan Yesus, kalau mau dikatakan kita seharga dengan Allah itu sendiri.

"Di saat kita menghargai diri kita, orang lain akan belajar menghargai diri kita"

Sama donk

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:45 am on Wednesday, May 14, 2008

"Kalo aku sms panjang lebar, 5 kali sehari dia balesnya apa adanya, 1 kali dan pendeknya cuma 1 kata, kalo bisa cuman 1 huruf"

"Kalo aku mau telpon dia selalu ngelarang"

"Kalo orang lain sms balesnya secepat kedipan mata, kalo aku sms balesnya secepat hari berlalu"

"Kalo lagi jalan sama aku n ketemu temannya, kayaknya dia tuh malu banget akan keberadaanku"

"Dia tuh berusaha setengah mati menyembunyikan keberadaanku dalam kehidupannya"

Kayaknya mirip deh, nggak jauh-jauh beda sama yang aku rasakan dan yang aku alami, tapi ini bukan kata-kataku, ini kata-kata temanku setengah menangis. Jawabanku, "Ooo…orang yang kusayangi juga sama". Memang benar-benar mirip. Jadi aku sangat memahami perasaannya.

"Tapi Gita kan orangnya tegar dan kuat", katanya lagi.

Nggak juga. Aku juga sering kesal dengan sikapnya, tidak jarang juga sering ingin menangis. Tapi dia memang seperti itu, dan aku pernah memutuskan untuk menerimanya apa adanya, jadi aku menerima apa adanya dan tidak terlalu mengambil pusing semua yang dia lakukan. Kalau aku memfokuskan diriku pada hal-hal kecil yang dia lakukan dan menghabiskan energiku untuk memikirkan itu, kapan aku mencintainya.

"Aku ingin menunggunya, tapi bagaimana kalo aku ternyata hanya akan menghabiskan waktu untuk menunggunya dan dia tidak pernah bisa mencintaiku, padahal aku juga sudah nggak muda lagi"

Itu kata-katanya juga. Kadang itu juga terpikir olehku. Makanya aku ubah kata-kataku, aku bukan menunggu dia mencintaiku, aku hanya mencintainya selama aku bisa mencintainya. Jika selama aku mencintainya tiba-tiba dia juga mencintaiku, aku bahagia, namun jika ternyata kemudian separoh jalan aku menemukan seseorang lain untuk kucintai dan dia tidak kunjung jua mencintaiku, toh aku tetap bahagia. Bukan orang lain yang menentukan kebahagiaanku, tapi aku. Dan dia mencintaiku atau tidak, aku tidak mau itu menjadi penentu kebahagiaanku, aku sendiri yang menentukan bahwa aku bahagia ketika mencintainya. Kalau dia mencintaiku itu akan menambah kebahagiaanku, kalaupun tidak itu takkan mengurangi kebahagiaanku.