Norma oh Norma
Bikin norma??????
Norma itu apa ya? hehe…aku juga nggak tahu n benernya ga terlalu peduli.
Bikin norma??????
Norma itu apa ya? hehe…aku juga nggak tahu n benernya ga terlalu peduli.
kadang ketika membaca ulang blogsku aku heran, aku kok bisa ya memiliki begini banyak perasaan, beragam jenisnya, untuk orang-orang yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Aku bisa menuliskan di blogsku dalam pos yang berbeda-beda di hari yang sama. Untuk sahabatku aku menulisnya dalam pos ‘teruntuk mereka’, untuk orang yang kucintai di post ‘hanya untuknya’, untuk orang yang pernah kucintai di post ‘for memory’. Dan semua perasaan itu diam di hatiku.
Aku senang bisa menuliskan perasaanku dan mengetahui ada yang membacanya, apalagi jika ternyata apa yang kutuliskan bisa membuat orang lain memperoleh pencerahan, cieee, walau aku paling senang saat mengetahui someone spesialku membaca blogsku, karena sedikitnya perasaan yang kusampaikan melalui blogsku ini sampai kepadanya.
…kalau kau merasakan sesuatu yang lebih dari sekedar persahabatan, tapi tidak bisa menggambarkannya dengan jelas
…kalau kamu mulai melihat seseorang dalam kesan yang sangat positif
…kalau kau tiba-tiba merasa gugup, malu, dan tidak sanggup berpikir dan berkata-kata saat berada di dekat seseorang tertentu
…kalau kau ingin dekat dengan seseorang, secara fisik dan emosional
…kalau kau merasa bersemangat saat kau tahu akan bertemu dia
…kalau kau ingin tampil sebaik mungkin hanya karena kamu tahu kamu akan bertemu dia
…kalau kau merasa peduli pada orang satu ini dalam cara-cara yang unik
…kalau kau tidak memperhatikan orang lain, mendengarkan orang lain dan perhatianmu tertuju pada dia
…kalau kau sudah senang hanya dengan melihatnya tertawa ataupun tersenyum
…kalau kau jadi lemas hanya karena melihatnya tersenyum padamu
…kalau kau tidak peduli pada pandangan orang tentang dia, bagimu dialah yang terbaik
itulah yang kurasakan tentang dirimu…
Pernah kutawarkan isi hatiku
Tuk redakan setiap luka hatimu
Pernah kuungkap tuk milikimu
Kau membisu apakah itu jawabmu
Pernah kukira ini tentang cinta
Oh ternyata hanya sahabat setia
Pernah kau minta bunuh cintaku
Kau membisu takkan pernah jawabku
Reff:
Semua yang kurasakan tak mungkin dapat kuhapuskan
Walau kau bersamanya menjalin kisah cinta nyata
Dan terluka…
Setiap tetes airmata
Selalu kau menangis di pelukku
Namun setiap saat kau bahagia
Selalu kau memilih bersamanya
Pernah terpikir tuk tinggalkanmu
Aku menyadari aku ini egois. Aku berdiri di antara sahabat dan cintaku, berharap mampu memiliki keduanya. Padahal tanpa sadar kubuat sahabatku mencintaiku. Cinta yang aku tau tak mampu kuterima. Dan sekali lagi aku bersikap egois, di saat cinta menggoyahkanku dan aku lemah aku bersandar pada sahabatku, tanpa menyadari sikapku membuatnya makin mencintaiku.
Aku mencoba melupakan bahwa sahabatku mencintaiku dan aku memasukkan pikiran bahwa sahabatku murni menganggapku sahabat, padahal tidak. Aku menyakitinya dengan bercerita tentang orang yang kucintai. Mematikan harapannya untuk mencintaiku hingga nafas terakhir. Aku kejam.
Tidak bermaksud membela diri, aku hanya tak ingin dia berharap, aku ingin dia menemukan kebahagiaannya. Karena aku tau aku tak bisa menjadi kebahagiaannya. Saat ini aku hanya bisa mencintai satu orang dan aku tau orang itu bukan dia, aku pun tak mau membagi-bagi cintaku, tak adil baginya dan tak adil bagi orang yang kucintai. Jadi yang bisa kulakukan hanyalah menunjukkan secara jelas di depan matanya bahwa aku mencintai seseorang yang lain, dan sejujurnya berat bagiku melakukannya karena aku tau dia terluka saat aku bercerita.
Aku hanya tak tahu cara lain, hanya ini yang kutahu.
Sahabatku pernah berkata, "kamu mencairkan es di hatiku"
dan aku menjawabnya, "Ya, aku mencairkannya untuk kemudian memasukkannya ke dalam freezer, dan lebih sulit dicairkan lagi"
dan itulah yang kulakukan, aku melukai sahabatku.
Beruntungnya diriku memilikimu
Berikan cahaya temani langkahku
Andai sejak dulu kau ada disini
Pasti tak akan ada cinta yang lain
Tak kurasa sebelumnya
Sejuta cinta yang terindah…
Engkau pelita yang hangatkan diriku
Semua begitu indah bagai di surga
Jangan pernah berpaling pada dirinya
Aku ada disini hanya untukmu
Aku sangat bersyukur mencintaimu… dengan segala keterbatasan dan kelemahanku. Kadang aku egois, kadang aku manja kelewatan, kadang aku jadi miss want to know, kadang aku sok dewasa, kadang dan kadang. Tapi aku sangat bersyukur diizinkan mencintaimu.
Cinta membuatku memiliki perasaan yang sangat bervariatif, aku bisa tersenyum dan menangis hampir bersamaan, aku bisa gembira dan terluka di waktu yang sama, dan semua itu karena aku mencintaimu. Dan lagi-lagi itu membuatku bersyukur mencintaimu.
Aku belajar terbuka padamu, jujur padamu apa adanya, dan aku berharap dirimu pun mau begitu. Jangan takut melihatku terluka, jangan takut melihatku menangis, karena meskipun berkali-kali aku menangis karenamu, untukmu, tapi senyumku terindah pun adalah saat aku bersamamu dan saat aku tersenyum untukmu, karena aku bahagia mencintaimu.
Terkadang aku pun ingin tahu apakah kau mencintaiku, hatiku tergoda untuk menanyakannya. Tidak bohong kalau aku pun berharap engkau mencintaiku, aku berharap kau mencintaiku, tapi seandainya tidak pun tak apa, aku bahagia karena mencintaimu, dan bila kau mencintaiku pun aku berharap kau yang mengatakannya sendiri tanpa perlu aku bertanya padamu.
Jika aku bisa menggantikanmu menangis, aku akan menangis untukmu
Jika aku bisa menggantikanmu terluka, aku rela terluka untukmu
Tapi apapun yang kulakukan aku tau hanya menorehkan luka di hatimu
Padahal yang sesungguhnya kuinginkan melihatmu bahagia
Maaf…Maafkan aku…
Tak mampu membalas cintamu untukku…
Tak mampu mendampingimu di sisimu…
Maaf…Maafkan aku…
Tak mampu ada untukmu…
Tak mampu menjadi kebahagiaanmu…
Aku hanya mampu memberi cintaku untuk seorang
…dan maafkan aku kalau aku mencintai dia bukan kamu…