Hujan

Filed under: tentang diriku — cekucell at 6:53 am on Tuesday, May 6, 2008

"Ta, aku dapat tugas nie, mau bantuin?" tanya Dhika saat itu via telpon

"okay2, tugas apaan, Ta maw bantu kalo bisa", jawabku

"Menurutmu kenapa ada hujan?" tanya Dhika lagi

"Menurut ilmu pengetahuan alam yang aku terima saat SD itu adalah karena uap air yang terkumpul di atas sono udah cukup berat dan sampai ke lapisan langit mana gitu yang suhunya panas ataw malah dingin ya…dan itu yang membuat hujan turun…aaah…Ta pusing, Ta kan paling benci kalo membahas pelajaran selain matematika"

"Selain itu?"

"Menurut Ta, kenapa hujan itu ada, adalah karena di saat hujan Tuhan mengizinkan Ta menangis tanpa terlihat oleh siapapun, hehe"

Aku paling suka hujan, aku suka hujan walaupun itu berarti aku harus diguyur hujan dan seluruh tubuhku basah kuyub. Tapi aku tetap suka hujan. Hujan seperti diizinkan Yesus turun untuk menenangkan, menyirami, meramaikan, mendinginkan, dan menjaga hatiku yang kadang sepi. Saat hujan aku bisa merasakan Yesus ada di setiap tetes air yang turun, dan Dia memberikan semuanya itu untukku.
Tapi aku juga suka merasakan sinar matahari, rasanya seperti merasakan Yesus  ada di setiap berkas sinarnya. Walaupun kalo kena sinar matahari lama2 aku biasanya migran. Hehe…

Hari itu

Filed under: For Memory — cekucell at 6:41 am on Tuesday, May 6, 2008

Aku masih duduk diam memandang hampa, gagang telepon masih menempel di telingaku walaupun pembicaraan sudah berakhir sejak 2 menit yang lalu. Otakku serasa berhenti sesaat, perasaanku mati dan semuanya hampa, semuanya hilang dan tak terasa lagi keberadaannya saat kudengar Ira mengatakan "Ta, Indra sudah pergi, sudah nggak ada lagi di dunia yang sama dengan kita"
"Indra", perlahan aku terisak, "Indra", aku semakin tak mampu membendung setiap tetes air mata yang mulai mengalir turun tak terkendali. Di saat itu juga semua kesadaranku kembali padaku, perasaan sedih, terluka , kehilangan, semuanya menyergap begitu saja.
"Indra……..", aku menyebut nama itu sekali lagi dan aku tenggelam dalam tangisku.

dan hingga hari ini, 7 tahun lebih berlalu, dan tak satupun mampu menghapus air mata yang tercurah saat itu, hingga hari ini air mata itu masih ada. Masih ada untuk Prahara Indra Yudha Deta Purnama Sidi.