Komitmen berat sebelah

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 1:45 am on Sunday, April 27, 2008

Dulu…sahabatku yang mencintaiku berkata padaku ‘aku akan menunggumu sampai 5 tahun’, dan setelah itu aku terkekang. Aku tak lagi mampu menjalani persahabatanku dengannya sebebas sebelumnya. Aku tak bisa tertawa lepas, tak bisa bersikap konyol, tak bisa tersenyum sebahagia sebelumnya di depannya. Aku menjadi terikat dengan komitmennya. Dia pun sama, dia tak lagi sebebas dulu padaku, dia mulai menuntut dan mengikat, dan hubungan kami semakin tak nyaman. Hingga akhirnya aku berkata, ‘jangan lagi menungguku’, mungkin terkesan jahat, tapi itu mengembalikan semuanya, semua yang hilang, yang pernah ada di antara kami. Dan sejujurnya seandainya dia punya lebih banyak waktu di Yogya, di dekatku, aku tau sejujurnya aku mulai menyayangi dia dan berharap dia di sampingku.
Ohh…aku kemarin tak belajar dari hal itu, aku melakukan hal yang sama pada orang yang kucintai, mengikatnya dengan komitmen pribadiku, dan runyam semua, situasi yang sama terulang kembali dan aku merasa bodoh. Jadi aku belajar, dan belajar lagi.



1 Comment »

13

   bayisehat

April 27, 2008 @ 2:26 am

Cinta itu seringkali menjadi beban ketika mewujud sebagai perkataan. Bahkan ketika ia hanya tampak dalam pandangan mata atau senyum, atau dalam pemberian-pemberian sederhana, cinta bisa menjadi beban. Bukan berarti tidak boleh mengatakan atau memberikan, karena cinta tidak berarti apa-apa jika hanya dimiliki sendiri. Berikanlah cinta dengan juga memberikan kebebasan…

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>