Cinta dan Persahabatan
"Pria menikahi wanita dengan harapan si wanita tak pernah berubah
Wanita menikahi pria dengan harapan si pria akan berubah
Keduanya menikah, dan mereka sama-sama kecewa"
Aku lupa tulisan siapa itu, tapi tulisan itu sangat menonjokku, terutama baru-baru ini, aku juga sangat kecewa pada diriku, ‘whoey, mana diriku yang berkata sebisa mungkin aku tidak akan berubah ketika sebuah persahabatan menjadi cinta’, aku kecewa, tapi aku belajar dari hal itu.
"Kenapa wanita ketika menjadi sahabat dan menjadi pacar bisa sangat berbeda?" kata sahabat baikku kemarin sore.
"Wanita bisa menjadi sahabat yang sangat baik tapi menjadi pacar yang sangat menuntut", katanya lagi.
Yah itulah wanita, terkesan pembelaan diri ya…wanita memang mahluk yang sangat sulit dipahami, bahkan aku yang wanita saja sulit memahaminya. Aku tidak akan membela diri, karena akupun begitu. Beberapa tahun yang lalu aku pernah membahas hal ini bersama sahabatku yang lain lagi.
"Kita itu bisa menjadi orang yang sangat pengertian pada orang lain tapi tidak pada pacar kita ya", itu katanya padaku.
Sekali lagi aku jadi terdiam. Aku pun baru-baru ini membuat orang yang aku cintai menjadi tidak nyaman karena aku mulai menuntut. Jadi aku belajar, belajar hal yang penting, yang selalu dan selalu aku pelajari, perlakukan orang yang aku cintai sebagai sahabat. Itu akan nyaman. Jangan terpengaruh dengan hubungan yang ada di antara kami, aku harus dan harus bisa memandangnya sebagai sahabat.
Menjadi sahabat berarti aku menjadi diriku sendiri, yang terbaik, menjadi diri sendiri bukan berarti menunjukkan sisi terburuk, menjadi egois dan sebagainya. Karena kadang itulah definisi kita tentang ‘menjadi diri kita sendiri’ adalah berarti menjadi diri sendiri yang egois, menunjukkan sisi kita yang terburuk. Alangkah kejamnya kalau begitu. Jika kita memiliki sisi penuh cinta, kenapa kita tidak memberikannya sebagai ganti sisi penuh kemarahan, jika kita punya sisi penuh pengertian, kenapa kita tidak memberikannya sebagai ganti sisi penuh tuntutan. Tapi seperti yang kukatakan aku pun masih belajar.