Berantem itu Asyik ya…
Hehe…berantem lagi ma ‘dia’…Heran, pacar bukan ternyata masih aja kami berdua tukang berantem. Tapi aku senang, setiap kali berantem ma dia rasanya plong, rasanya lega. Hanya dia sih yang paling ngerti harus bersikap gimana kalo aku lagi pengen berantem. Dia juga yang paling bisa bikin aku ketawa setelah kami berantem, dan aku jadi rindu pada saat-saat kami bertengkar dulu. Sehebat apapun kami bertengkar, di akhirnya kami selalu bisa tertawa lepas bersama. Sebanyak apapun air mata yang tumpah, selalu tergantikan dengan tawa dan canda yang menghapus semuanya.Dan seperti biasa pertanyaan yang dia ajukan kalau aku tiba-tiba membuat suasana di antara kami jadi tidak enak, "Kamu lagi mau atau sedang mens, ya Ta?"…hehe…dia yang paling paham kalau aku lagi PMS pengennya makan orang dan dia sasaran utamanya.
Tadi malam membuatku rindu saat-saat yang pernah kami miliki, bahkan saat-saat kami bertengkar hebat. Terlalu banyak yang pernah kami miliki, terlalu banyak hal dan kenangan yang kumiliki dengannya, dan untuk sesaat kubiarkan diriku hanyut pada kerinduanku akan dirinya…
(Aku rindu saat-saat bersamamu Mas)