Komitmen berat sebelah

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 1:45 am on Sunday, April 27, 2008

Dulu…sahabatku yang mencintaiku berkata padaku ‘aku akan menunggumu sampai 5 tahun’, dan setelah itu aku terkekang. Aku tak lagi mampu menjalani persahabatanku dengannya sebebas sebelumnya. Aku tak bisa tertawa lepas, tak bisa bersikap konyol, tak bisa tersenyum sebahagia sebelumnya di depannya. Aku menjadi terikat dengan komitmennya. Dia pun sama, dia tak lagi sebebas dulu padaku, dia mulai menuntut dan mengikat, dan hubungan kami semakin tak nyaman. Hingga akhirnya aku berkata, ‘jangan lagi menungguku’, mungkin terkesan jahat, tapi itu mengembalikan semuanya, semua yang hilang, yang pernah ada di antara kami. Dan sejujurnya seandainya dia punya lebih banyak waktu di Yogya, di dekatku, aku tau sejujurnya aku mulai menyayangi dia dan berharap dia di sampingku.
Ohh…aku kemarin tak belajar dari hal itu, aku melakukan hal yang sama pada orang yang kucintai, mengikatnya dengan komitmen pribadiku, dan runyam semua, situasi yang sama terulang kembali dan aku merasa bodoh. Jadi aku belajar, dan belajar lagi.

Cinta dan Persahabatan

Filed under: Pelajaran kali ini — cekucell at 1:30 am on Sunday, April 27, 2008

"Pria menikahi wanita dengan harapan si wanita tak pernah berubah
        Wanita menikahi pria dengan harapan si pria akan berubah
    Keduanya menikah, dan mereka sama-sama kecewa"

Aku lupa tulisan siapa itu, tapi tulisan itu sangat menonjokku, terutama baru-baru ini, aku juga sangat kecewa pada diriku, ‘whoey, mana diriku yang berkata sebisa mungkin aku tidak akan berubah ketika sebuah persahabatan menjadi cinta’, aku kecewa, tapi aku belajar dari hal itu.

"Kenapa wanita ketika menjadi sahabat dan menjadi pacar bisa sangat berbeda?" kata sahabat baikku kemarin sore.

"Wanita bisa menjadi sahabat yang sangat baik tapi menjadi pacar yang sangat menuntut", katanya lagi.

Yah itulah wanita, terkesan pembelaan diri ya…wanita memang mahluk yang sangat sulit dipahami, bahkan aku yang wanita saja sulit memahaminya. Aku tidak akan membela diri, karena akupun begitu. Beberapa tahun yang lalu aku pernah membahas hal ini bersama sahabatku yang lain lagi.

"Kita itu bisa menjadi orang yang sangat pengertian pada orang lain tapi tidak pada pacar kita ya", itu katanya padaku.

Sekali lagi aku jadi terdiam. Aku pun baru-baru ini membuat orang yang aku cintai menjadi tidak nyaman karena aku mulai menuntut. Jadi aku belajar, belajar hal yang penting, yang selalu dan selalu aku pelajari, perlakukan orang yang aku cintai sebagai sahabat. Itu akan nyaman. Jangan terpengaruh dengan hubungan yang ada di antara kami, aku harus dan harus bisa memandangnya sebagai sahabat.
Menjadi sahabat berarti aku menjadi diriku sendiri, yang terbaik, menjadi diri sendiri bukan berarti menunjukkan sisi terburuk, menjadi egois dan sebagainya. Karena kadang itulah definisi kita tentang ‘menjadi diri kita sendiri’ adalah berarti menjadi diri sendiri yang egois, menunjukkan sisi kita yang terburuk. Alangkah kejamnya kalau begitu. Jika kita memiliki sisi penuh cinta, kenapa kita tidak memberikannya sebagai ganti sisi penuh kemarahan, jika kita punya sisi penuh pengertian, kenapa kita tidak memberikannya sebagai ganti sisi penuh tuntutan. Tapi seperti yang kukatakan aku pun masih belajar.

Cinta Saja

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 1:03 am on Sunday, April 27, 2008

Aku mencintaimu…hanya itu…
Untuk kali ini aku tidak berkata mencintaimu sampai kapan, menunggumu sampai kapan, bahkan bertanya ‘bolehkah aku mencintaimu’, itu hanya membuat semuanya runyam, aku hanya akan mencintaimu, itu saja cukup…
Aku tidak ingin cintaku justru jadi beban buatku juga buatmu, biarkan saja mengalir, mengalir apa adanya dan tulus.