Komitmen berat sebelah
Dulu…sahabatku yang mencintaiku berkata padaku ‘aku akan menunggumu sampai 5 tahun’, dan setelah itu aku terkekang. Aku tak lagi mampu menjalani persahabatanku dengannya sebebas sebelumnya. Aku tak bisa tertawa lepas, tak bisa bersikap konyol, tak bisa tersenyum sebahagia sebelumnya di depannya. Aku menjadi terikat dengan komitmennya. Dia pun sama, dia tak lagi sebebas dulu padaku, dia mulai menuntut dan mengikat, dan hubungan kami semakin tak nyaman. Hingga akhirnya aku berkata, ‘jangan lagi menungguku’, mungkin terkesan jahat, tapi itu mengembalikan semuanya, semua yang hilang, yang pernah ada di antara kami. Dan sejujurnya seandainya dia punya lebih banyak waktu di Yogya, di dekatku, aku tau sejujurnya aku mulai menyayangi dia dan berharap dia di sampingku.
Ohh…aku kemarin tak belajar dari hal itu, aku melakukan hal yang sama pada orang yang kucintai, mengikatnya dengan komitmen pribadiku, dan runyam semua, situasi yang sama terulang kembali dan aku merasa bodoh. Jadi aku belajar, dan belajar lagi.