Semua cinta yang kumiliki

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 7:54 pm on Monday, April 21, 2008

7540seandainya hanya dengan cara ini aku bisa mencintaimu, akan kuberikan cintaku semuanya walau harus bersalutkan ‘persahabatan’
Inilah yang kumiliki sebagai bentuk cintaku untukmu.
Mungkin tak sempurna, dan tak sesuai maumu,, tapi hanya ini yang kumiliki dan yang mampu kuberikan untukmu,,maaf.
Maafkan aku yang belum mampu berhenti mencintaimu

Tentang Cinta

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 8:05 am on Monday, April 21, 2008

Sebuah cerita tentang cinta
Ada sebuah kisah tentang hal terindah di dunia ini…bernama cinta
Cinta tercipta begitu indah, begitu mengagunkan
Cinta pun begitu mulia
meskipun begitu cinta adalah sosok yang sulit dipahami.
Dia bisa begitu mudah dekat dan begitu mudah pergi
Kecerdasan tak mampu memahaminya
Kemarahan sering dibuat kesal olehnya
Kebahagiaan tak lagi senang di dekatnya
Kesedihan bosan bertemu dengannya
Hanya ada dua sahabat cinta yang selalu bersamanya
persahabatan dan kesetiaan
Kesetiaan tak pernah berhenti menemani cinta dengan setia
Persahabatan selalu memahami cinta
Kesetiaan, cinta dan persahabatan…
Ketiganya semakin tak terpisahkan
Cinta tak mampu tanpa persahabatan karena dia seringkali butuh dimengerti
Cinta pun tak mampu tanpa kesetiaan karena dia tahu dia akan tersesat jika kesetiaan tak menuntunnya ke arah tujuannya
Namun cinta kerap kali menjadi sombong
…dia pikir persahabatan dan kesetiaan lah yang lebih membutuhkannya
karena dia pikir dirinya adalah hal terindah
hingga suatu hari dia berpikir untuk mencari jalannya sendiri
…dan cinta hilang…
persahabatan dan kesetiaan dengan setia mencari cinta
mereka bertemu dengan kesombongan dan bertanya kepadanya
            ’kesombongan apakah kau bertemu cinta?’
                    ’sampai barusan dia bersamaku, hingga akhirnya dia bertemu penyesalan’
lalu kesombongan berlalu
kemudian mereka bertemu dengan penyesalan
           ‘penyesalan apakah kau bersama cinta?’
                        ’barusan dia bersamaku, tapi lalu dia pergi setelah bosan denganku’
lalu penyesalan berlalu
persahabatan dan kesetiaan terus berjalan mencari cinta
Hingga mereka menemukan waktu
            ’Waktu, apakah kau melihat cinta?’
Waktu tersenyum dan menunjukkan di mana cinta berada
Persahabatan dan kesetiaan menemukan cinta dan teman barunya, harapan
Kini persahabatan, cinta, kesetiaan dan harapan tak lagi terpisahkan

(aku mungkin belum bisa berhenti mencintai dan mengharapkanmu, namun aku akan menjadi sahabat yang setia mendampingi dan mencintaimu, di hati saja, hingga Yesus mengembalikan cinta ke dalam hatiku lagi)

Sahabat?

Filed under: tentang diriku — cekucell at 7:46 am on Monday, April 21, 2008

"aku akan menganggapnya sebagai sahabatku saja",

"Tidak semudah itu lho Ta…"

Ya aku tau. Aku pernah mencintainya, masih mencintainya, dan tak akan semudah itu menghapus cinta dari dalam hatiku, seandainya Yesus menuliskan cinta itu dengan pensil HB mungkin cinta itu begitu mudah dihapus, tapi Yesus menuliskan cinta itu dengan tinta permanen, yang diperlukan sebuah thiner untuk menghapusnya, sayangnya aku tak ingin memberi racun (thiner=racun) di hatiku, jadi yang bisa kulakukan hanyalah menghapusnya pelan-pelan.
Satu hari berlalu aku masih mencintainya, besok aku tak tahu. Seandainya besok aku masih mencintainya, berarti akan kubiarkan satu hari lagi berlalu, dan begitu seterusnya. Pelan tapi aku tau pasti. Akan ada saatnya di mana cinta ini akan tertidur kembali.
Sebenarnya aku sangat ingin menangis, hanya menangis, mungkin seharusnya aku menangis saja di hadapannya, menangis apa adanya aku, tapi apa gunanya, hanya akan membuatnya merasa bersalah. Aku hanya bisa bersikap ’sebagai sahabat’, Aku nggak manis ya? Mungkin akan lebih manis kalau aku bisa menangis di hadapannya. Itu manis atau egois ya?
Kemarin kupikir akan lebih baik ketika di antara kami ada kejelasan, tapi sekarang seandainya tak ada kejelasan, mungkin aku masih bisa bermimpi, mimpi yang bodoh
tapi setidaknya aku punya mimpi. Kali ini aku diruntuhkan dengan kejam dan kenapa bahkan untuk marah pun aku tak mampu, yang mampu kulakukan hanya mengiyakan dan melihat punggungnya berlalu. Sekejam itu…dan aku tak punya pegangan untukku saat ini mampu berpijak. Bahkan dinding yang kupunya dirobohkan. Dan aku tak punya tempat berlindung. Oh, aku terpuruk.
Yesus tak pernah dengan sengaja membiarkan aku terluka tanpa alasan, dan Dia tak akan pernah membiarkanku sendirian. Tapi saat ini aku sangat terluka. Yesus memang menjadikan hatiku sebuah spons yang seperti apapun diperlakukan dia akan kembali seperti semula, hanya saat ini biarkanlah aku terluka sejenak.
Yang bisa kulakukan setelah ini, dengan perlahan akan kuambil serpihan-serpihan diriku, kupungut setiap puing-puing dari reruntuhan diriku, kupeluk erat-erat seolah tak ada lagi yang lebih berharga dari semua itu untuk sejenak, lalu seperti biasa aku akan berkata pada Yesus, ‘Yesus yang ini sudah hancur, maukah Kau memberikan kepadaku yang baru’, dan aku percaya Yesus akan tersenyum padaku, mengambil serpihan itu dari tanganku dan memberikan yang baru, Dia tidak marah padaku, Dia hanya tersenyum karena Dia tahu ketika aku menghancurkannya aku sudah hancur bersamanya, Yesus tahu tak ada lagi yang perlu dikatakan. Dan yang akan kulakukan adalah menghambur ke pelukanNya, seperti yang sudah, selalu dan sedang terjadi.

Sekali lagi tentang mr. TM

Filed under: Hanya Untuknya — cekucell at 7:03 am on Monday, April 21, 2008

"Bolehkah aku memelukmu?"

satu pertanyaan dan kuberi sebuah izin, hanya itu dan meruntuhkan semua pertahanan diriku. Aku sangat mencintainya, hanya dia yang kucintai saat ini. Padahal di malam itu aku sudah setengah mati membangun kembali tembok yang pernah dia runtuhkan saat dia menggenggam tanganku, dulu sekali. Tembok itu runtuh saat dia memelukku, dan aku tahu aku mencintainya dan tak ingin kehilangan dia. Tapi baginya aku hanya sahabat, okey. Kalau memang hanya itu yang menjadi hakku, akan kuterima dengan besar hati.

Aku masih mencintainya, dan aku masih berharap, hanya cukup kusimpan dalam hati saja. Sudah cukup bagiku bisa mencintainya. Selama dia tidak mengetahui tentang cintaku yang masih kusimpan di dalam hati, dia tidak akan terganggu. Aku akan menjadi sahabat baiknya, dan menyimpan rapat-rapat semua perasaan itu di dalam hati. Buatku, saat dia bahagia, aku tahu aku bahagia. Dan selama dia izinkan aku ada di dekatnya, bagiku itu lebih dari cukup.

Aku masih menjadi someone so special deep in his heart, dan dia masih berharap aku menjadikannya ’someone special’ku, dan dia masih ingin kupanggil dengan panggilan special, apakah aku boleh berharap pada kedua hal itu? Itu sudah cukup, aku nggak akan meminta lebih, hanya bolehkah aku menggenggam kedua hal itu sebagai benda berhargaku, akan kusimpan, juga sebuah pelukan, yang membuatku berharap di saat aku sedih pelukan itu akan menenangkanku, tapi saat ini hanya satu pelukan itu, satu yang akan kusimpan.

Tapi sesuai janjiku, aku akan bersikap sebagai sahabatnya dan akan menganggapnya sebagai sahabat, walau mungkin aku adalah sahabat yang mencintainya….